Referendum Yogya Bukan Makar & Jadi Alternatif Terakhir
Selasa, 30/11/2010 18:51 WIB
Foto: Bagus (detikcom)
Yogyakarta
Ada pihak yang menganggap seruan referendum di Yogyakarta merupakan aksi makar. Anggapan ini tidak tepat, karena referendum hanya terbatas dalam konteks pengisian jabatan Gubernur DIY.
"Referendum yang diwacanakan HB X adalah dalam konteks pengisian jabatan Gubernur DIY. Soal bergabung dengan NKRI itu sudah final. Sedangkan konsep ijab qobul diwacanakan supaya ruhnya masuk dalam RUUK agar di kemudian hari keistimewaan DIY tak terbantahkan," tegas Ketua Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER), Inung Nurzani.
Hal tersebut Inung ungkapkan saat berbincang dengan detikcom di Posko Relawan Referendum, Jl Pekapalan Timur, Kompleks Alun-alun Utara, Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
Inung menegaskan bahwa referendum adalah pilihan terakhir, jika nanti pengisian Gubernur DIY tetap dipaksakan melalui proses pemilihan langsung. "Referendum itu alternatif terakhir. Sampai saat ini rakyat Yogya masih menunggu dawuhe Ngarsa Dalem (perintah Sultan). Tapi kalau tetap seperti itu (dipaksakan pemilihan), arahnya ke referendum, seperti maklumat HB IX tanggal 5 September 1945. Rakyat Yogya bisa menentukan sendiri," terang Inung.
Inung mengaku cukup kaget dengan pernyataan Presiden SBY soal monarki di Yogyakarta. Ia menyarankan SBY untuk menengok sejarah sebelum memberi pernyataan tersebut.
"Mari melihat ke bawah. Sejarah perjuangan keraton dan pakualaman, dimana sejak 1945 posisi gubernur dan wakil gubernur selalu dijabat Sultan dan Paku Alam. Selama ini rakyat adem ayem dan tenteram. Rakyat Yogya sudah menikmati 'Tahta untuk Rakyat'. Kemarin rakyat Yogya banyak yang kaget. Sekelas SBY kok ngomong gitu. Mbok lihat sejarah," tambahnya.
Inung menegaskan bahwa referendum Yogya tidak sama dengan referendum Timor Timur. "Ini bukan makar untuk mendirikan negara sendiri," tutupnya.
(fay/fay)
"Referendum yang diwacanakan HB X adalah dalam konteks pengisian jabatan Gubernur DIY. Soal bergabung dengan NKRI itu sudah final. Sedangkan konsep ijab qobul diwacanakan supaya ruhnya masuk dalam RUUK agar di kemudian hari keistimewaan DIY tak terbantahkan," tegas Ketua Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER), Inung Nurzani.
Hal tersebut Inung ungkapkan saat berbincang dengan detikcom di Posko Relawan Referendum, Jl Pekapalan Timur, Kompleks Alun-alun Utara, Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
Inung menegaskan bahwa referendum adalah pilihan terakhir, jika nanti pengisian Gubernur DIY tetap dipaksakan melalui proses pemilihan langsung. "Referendum itu alternatif terakhir. Sampai saat ini rakyat Yogya masih menunggu dawuhe Ngarsa Dalem (perintah Sultan). Tapi kalau tetap seperti itu (dipaksakan pemilihan), arahnya ke referendum, seperti maklumat HB IX tanggal 5 September 1945. Rakyat Yogya bisa menentukan sendiri," terang Inung.
Inung mengaku cukup kaget dengan pernyataan Presiden SBY soal monarki di Yogyakarta. Ia menyarankan SBY untuk menengok sejarah sebelum memberi pernyataan tersebut.
"Mari melihat ke bawah. Sejarah perjuangan keraton dan pakualaman, dimana sejak 1945 posisi gubernur dan wakil gubernur selalu dijabat Sultan dan Paku Alam. Selama ini rakyat adem ayem dan tenteram. Rakyat Yogya sudah menikmati 'Tahta untuk Rakyat'. Kemarin rakyat Yogya banyak yang kaget. Sekelas SBY kok ngomong gitu. Mbok lihat sejarah," tambahnya.
Inung menegaskan bahwa referendum Yogya tidak sama dengan referendum Timor Timur. "Ini bukan makar untuk mendirikan negara sendiri," tutupnya.
(fay/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
