detikcom
Selasa, 30/11/2010 18:43 WIB

Golkar Tetap Perjuangkan Jabatan Gubernur untuk Sultan

Rachmadin Ismail - detikNews
Sultan Hamengku Buwono X
Jakarta - Ada usulan agar Sultan tak bergabung dengan partai politik tertentu jika tetap ingin menjabat sebagai gubernur. Sebagai partai yang menaungi Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Golkar menolak usulan itu.

"Sultan masih jadi bagian tetap Golkar. Kita akan memperjuangkan kepentingan
anggota Golkar, siapa pun mereka. Jabatannya menjadi perjuangan kita," kata
ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Menurut dia, sultan masih memiliki kontribusi besar bagi Golkar. Begitu pun
sebaliknya, partai beringin akan memperjuangkan kepentingan Sultan ke depan.

"Dasar-dasar sejarah menjadi kekuatan kita untuk mendukung kepentingan lebih
jauh," lanjutnya.

Soal polemik pemilihan gubernur, Golkar mendukung sistem penetapan sultan yang otomatis menjadi gubernur. Menurut Setya, sistem yang saat ini berjalan sudah cukup baik. Tidak perlu ada perubahan, meski diakui perlu ada aturan soal keistimewaan Yogyakarta tersebut.

"Kita tunggu saja nanti kalau sudah di DPR. Sekarang kan masih di pemerintah," tutupnya.

Sebelumnya, Wasekjen PKS Mahfudz Siddik menilai Sultan masih layak ditetapkan sebagai gubernur secara otomatis. Namun, dia harus berdiri di atas semua golongan. Tidak boleh terikat pada partai politik tertentu guna menjaga sistem demokrasi masyarakat Yogyakarta.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mad/gun)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close