KIPER Siap Kawal Referendum di Yogyakarta
Selasa, 30/11/2010 18:38 WIB
Foto: Bagus (detikcom)
Yogyakarta
Proses penyusunan draft RUU Keistimewaan DIY sampai saat ini masih berlangsung. Jika pada akhirnya jabatan Gubernur DIY tetap dipaksakan melalui proses pemilihan langsung, maka Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER) siap mengawal dilaksanakannya referendum di bumi Mataram.
Dilatarbelakangi keprihatinan atas berlarut-larutnya proses penggodokan RUU Keistimewaan DIY, warga masyarakat di sekitar Alun-alun Utara Yogyakarta mendeklarasikan terbentuknya Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER) pada 5 Oktober 2010.
"Awalnya kami (warga di sekitar Alun-alun Utara) ngobrol-ngobrol terkait RUU Keistimewaan yang sudah lama ngambang. Akhirnya kami bersepakat membentuk KIPER," tegas Ketua KIPER, Inung Nurzani, saat berbincang dengan detikcom di Posko Relawan Referendum, Jl Pekapalan Timur, Kompleks Alun-alun Utara,
Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
KIPER menginginkan proses pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tetap melalui proses penetapan, bukan pemilihan langsung. KIPER menilai saat ini Sultan dan Paku Alam tetap jadi duet terbaik untuk memimpin pemerintahan DIY.
"Selama ini kan warga Yogya sudah adem ayem dengan sistem yang ada. Sebelum Indonesia merdeka sampai sekarang, pemimpin Yogyakarta ya Sultan dan Paku Alam. Sultan ditetapkan sebagai Gubernur dan Paku Alam wakilnya," terang Inung.
Sejak dibentuk sampai dengan saat ini, jumlah relawan KIPER telah mencapai 500 orang, yang mayoritas warga sekitar Alun-alun Utara. Namun ke depannya, Inung mengaku siap merangkul lebih banyak lagi warga DIY yang memiliki visi dan misi sama dengan KIPER.
"Kami sudah membagikan sekitar 500 stiker dan 500 bendera. Semoga dengan ini makin banyak relawan yang bergabung," ujar Inung.
Sebagai wujud penyampaian aspirasi mereka, KIPER telah memasang spanduk di tempat-tempat strategis di Yogyakarta. Spanduk ini berbunyi "Masyarakat Yogyakarta Siap Referendum".
Inung menegaskan bahwa KIPER adalah organisasi yang murni memperjuangkan keistimewaan DIY. Pendanaannya pun bersifat swadaya dari para relawannya. "Saya tegaskan, kami tak ada kaitan dengan politik praktis," lugasnya.
(fay/fay)
Dilatarbelakangi keprihatinan atas berlarut-larutnya proses penggodokan RUU Keistimewaan DIY, warga masyarakat di sekitar Alun-alun Utara Yogyakarta mendeklarasikan terbentuknya Komite Independen Pengawal Referendum (KIPER) pada 5 Oktober 2010.
"Awalnya kami (warga di sekitar Alun-alun Utara) ngobrol-ngobrol terkait RUU Keistimewaan yang sudah lama ngambang. Akhirnya kami bersepakat membentuk KIPER," tegas Ketua KIPER, Inung Nurzani, saat berbincang dengan detikcom di Posko Relawan Referendum, Jl Pekapalan Timur, Kompleks Alun-alun Utara,
Yogyakarta, Selasa (30/11/2010).
KIPER menginginkan proses pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tetap melalui proses penetapan, bukan pemilihan langsung. KIPER menilai saat ini Sultan dan Paku Alam tetap jadi duet terbaik untuk memimpin pemerintahan DIY.
"Selama ini kan warga Yogya sudah adem ayem dengan sistem yang ada. Sebelum Indonesia merdeka sampai sekarang, pemimpin Yogyakarta ya Sultan dan Paku Alam. Sultan ditetapkan sebagai Gubernur dan Paku Alam wakilnya," terang Inung.
Sejak dibentuk sampai dengan saat ini, jumlah relawan KIPER telah mencapai 500 orang, yang mayoritas warga sekitar Alun-alun Utara. Namun ke depannya, Inung mengaku siap merangkul lebih banyak lagi warga DIY yang memiliki visi dan misi sama dengan KIPER.
"Kami sudah membagikan sekitar 500 stiker dan 500 bendera. Semoga dengan ini makin banyak relawan yang bergabung," ujar Inung.
Sebagai wujud penyampaian aspirasi mereka, KIPER telah memasang spanduk di tempat-tempat strategis di Yogyakarta. Spanduk ini berbunyi "Masyarakat Yogyakarta Siap Referendum".
Inung menegaskan bahwa KIPER adalah organisasi yang murni memperjuangkan keistimewaan DIY. Pendanaannya pun bersifat swadaya dari para relawannya. "Saya tegaskan, kami tak ada kaitan dengan politik praktis," lugasnya.
(fay/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
