Adik Sultan Siap Pulangkan KTA PD Bila SBY Gelar Pemilukada DIY
Selasa, 30/11/2010 13:44 WIB
GBPH Prabukusumo
Jakarta
Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Yogyakarta, GBPH Prabukusumo, menolak wacana posisi Gubernur dipisahkan dari Sultan. Dia siap hengkang dari PD bila pemerintahan SBY memutuskan menggelar Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) DI Yogyakarta.
"Maka bila memang PD dan Pemerintah menghendaki Pemilukada, walau KTA (kartu tanda anggota) PD ini adalah kebanggaan saya, tapi akan saya kembalikan ke DPP," kata Prabu pada detikcom melalui telepon, Selasa (30/11/2010).
Adik dari Sultan Hamengkubuwono X ini berpendapat, memisahkan antara jabatan Gubernur dari Sultan sama artinya memangkas kesejarahan Sri Sultan HB IX dalam memperjuangkan NKRI. Meski dia menyadari benar bahwa sepak terjang ayahnya dalam sejarah perjuangan RI merupakan tugas dan kewajiban dalam posisi yang dijabat kala itu.
"Prinsipnya secara pribadi, saya akan perjuangkan harga diri, harkat dan martabat orang tua saya, swargi (almarhum -red) HB IX, yang telah sungguh-sungguh mengukir sejarah bangsa ini. Bila dipisahkan, maka faktor sejarah itu akan berkurang. Meski perjuangan beliau adalah suatu kewajiban," tegasnya.
Meski demikian, Prabukusumo yakin Presiden SBY sudah pasti tidak akan gegabah memutuskan menggelar Pemilukada untuk DIY. Sebab Prabu tahu persis bahwa SBY sangat menghargai sejarah, konstitusional dan memperhatikan benar setiap dinamika aspirasi yang berkembang di masyarakat.
"Saya yakin Pak SBY pasti konstitusional dengan mempertimbangkan unsur sejarah dan mungkin ada demokrasinya. Bahwa ada kebulatan tekad dari para lurah dan dusun memboikot Pemilukada, pada dasarnya itu sudah mencerminkan aspirasi masyarakat," paparnya.
Lebih lanjut Prabukusumo mengingatkan bahwa draf RUU DIY belum juga tuntas apalagi pemerintah serahkan kepada DPR. Maka lebih baik semua pihak tidak terburu-buru berpendapat sebelum mempelajari benar draf final tersebut.
"Saya tunggu dulu sampai ada draf yang final dan resmi, bukan draf yang liar. Kita harus cerdas dan santun dalam menghadapi dan tanggapi isu ini, jangan langsung kata-katai pemerintah," imbau politisi senior ini.
(lh/nrl)
"Maka bila memang PD dan Pemerintah menghendaki Pemilukada, walau KTA (kartu tanda anggota) PD ini adalah kebanggaan saya, tapi akan saya kembalikan ke DPP," kata Prabu pada detikcom melalui telepon, Selasa (30/11/2010).
Adik dari Sultan Hamengkubuwono X ini berpendapat, memisahkan antara jabatan Gubernur dari Sultan sama artinya memangkas kesejarahan Sri Sultan HB IX dalam memperjuangkan NKRI. Meski dia menyadari benar bahwa sepak terjang ayahnya dalam sejarah perjuangan RI merupakan tugas dan kewajiban dalam posisi yang dijabat kala itu.
"Prinsipnya secara pribadi, saya akan perjuangkan harga diri, harkat dan martabat orang tua saya, swargi (almarhum -red) HB IX, yang telah sungguh-sungguh mengukir sejarah bangsa ini. Bila dipisahkan, maka faktor sejarah itu akan berkurang. Meski perjuangan beliau adalah suatu kewajiban," tegasnya.
Meski demikian, Prabukusumo yakin Presiden SBY sudah pasti tidak akan gegabah memutuskan menggelar Pemilukada untuk DIY. Sebab Prabu tahu persis bahwa SBY sangat menghargai sejarah, konstitusional dan memperhatikan benar setiap dinamika aspirasi yang berkembang di masyarakat.
"Saya yakin Pak SBY pasti konstitusional dengan mempertimbangkan unsur sejarah dan mungkin ada demokrasinya. Bahwa ada kebulatan tekad dari para lurah dan dusun memboikot Pemilukada, pada dasarnya itu sudah mencerminkan aspirasi masyarakat," paparnya.
Lebih lanjut Prabukusumo mengingatkan bahwa draf RUU DIY belum juga tuntas apalagi pemerintah serahkan kepada DPR. Maka lebih baik semua pihak tidak terburu-buru berpendapat sebelum mempelajari benar draf final tersebut.
"Saya tunggu dulu sampai ada draf yang final dan resmi, bukan draf yang liar. Kita harus cerdas dan santun dalam menghadapi dan tanggapi isu ini, jangan langsung kata-katai pemerintah," imbau politisi senior ini.
(lh/nrl)
Baca Juga
- RUU Keistimewaan Yogyakarta
Akbar Tandjung Lihat Hubungan SBY dan Sultan Kurang Harmonis - PKS Tak Masalah Sultan Langsung Jadi Gubernur, Asal Tidak Ikut Parpol
- PDIP: Jangan Sampai Tak Suka Sultan, Lalu Obrak-abrik Kultur Yogya
- Monarki di DIY Cuma Simbol, yang Menerapkan Justru Politisi
- RUU Keistimewaan Yogyakarta
Kecam SBY Soal Monarki, Warga Yogya Akan Gelar Kongres Rakyat
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
