detikcom

Senin, 29/11/2010 12:25 WIB

Perokok Tuntut Hak Merokok di Dalam Gedung

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Sekitar 100 orang yang menamakan diri 'Koalisi Cinta 100 % Indonesia' menggelar aksi guna menuntut dibolehkannya merokok di dalam gedung. Mereka menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta yang melarang merokok di dalam gedung diskriminatif.

"Itu kan gedung umum, saya merokok kok tidak boleh, itu kan diskriminatif. Harusnya pakai pergub yang lama, yaitu dibuat ruang khusus di dalam gedung untuk merokok," kata koordinator aksi tersebut, Soroso, di Bundaran HI, Jakarta, Senin (29/11/2010).

Para pengunjuk rasa membuat replika bungkus rokok berwarna putih setinggi tiga meter. Selain itu replika rokok kretek sepanjang tiga meter juga diarak para pengunjuk rasa.

Bagian depan rokok kretek itu bertuliskan '30,5 Juta tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan rokok akan menggangur'.

"Pemberlakuan Pergub Nomor 88/2010 itu akan berdampak pada industri lainnya seperti periklanan, pedagang kaki lima dan para pekerja di industri rokok," kata Soroso.

Dalam aksi tersebut juga dibuat replika pedagang asongan setinggi lima meter. Boneka pedagang asongan berwarna hitam ini diangkat oleh lima orang demonstran.

Selain itu, lima demonstran juga menggelar aksi teatrikal yang melambangkan orang-orang yang merokok di dalam gedung. Dalam teatrikal, tampak seseorang yang sedang asik merokok tiba-tiba saja ada petugas yang mengambil rokok dan membuangnya.

Aksi ini sempat membuat lalu lintas di Bundaran HI tersendat. Banyak pengendara yang melambatkan kendaraannya untuk melihat aksi tersebut.

Pemprov DKI mengeluarkan Pergub No 88/2010 tentang Perubahan Pergub No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Dalam Pergub baru tersebut, ketentuan tempat khusus bagi perokok dihilangkan. Bagi yang merokok harus keluar gedung.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nvt)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%