detikcom
Jumat, 26/11/2010 06:23 WIB

Busyro Diminta Kembalikan 'Taring' KPK

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Ketua KPK terpilih Busyro Muqoddas, diminta untuk mengembalikan 'taring' KPK dalam pemberantasan korupsi. Busyro harus mampu mengembalikan semangat KPK yang meredup setelah energi KPK tersedot oleh kasus Bibit-Chandra.

"Busyro harus membangkitkan spirit jajaran internalnya," ujar Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Teten Masduki kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).

Menurut Teten, Busyro harus membawa KPK menjadi trigger pemberantasan korupsi pada institusi yang lain. KPK harus menjadi institusi yang kuat, dan Busyro harus melawan setiap upaya untuk melemahkan KPK.

"Busyro harus mengembalikan gigi KPK. Jika tidak segera dipulihkan, KPK akan kehilangan legitimasinya. Jika KPK tidak melawan, dia akan dihabisi," tegas Teten.

Sebagai langkah awal, Teten meminta KPK untuk membenahi dua sektor yang melemah setelah KPK dihantam kasus Bibit-Chandra. Dua sektor tersebut adalah penyidikan dan penuntutan.

Teten menambahkan, Busyro juga harus segera membuat gebrakan di KPK. Hal ini perlu dilakukan untuk menepis adanya dugaan kompromistis di DPR yang memilih Busyro sebagai Ketua KPK.

"Ini yang harus dibuktikan pak Busyro. Sekaligus membuktikan pada masyarakat ini bukan pilihan kompromistis," terang Teten. (rdf/nvc)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close