detikcom
Kamis, 25/11/2010 23:55 WIB

Busyro Janji Berantas Mafia Peradilan di MA

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Jakarta - Busyro Muqoddas yang pernah menjadi Ketua Komisi Yudisial (KY), sering mendapat banyak pengaduan soal mafia peradilan di dalam tubuh Mahkamah Agung (MA). Kini, sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro pun berjanji untuk memberantas para mafia tersebut.

"Rumor tentang mafia di Mahkamah Agung dan mungkin juga di bawahnya memang memprihatinkan, memang ada laporan-laporan sementara dari pengacara yang mereka juga prihatin situasi di sana," ujar Busyro Muqoddas kepada wartawan di Kantor KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2010).

Menurutnya, rumor keberadaan mafia di MA yang pernah dilaporkan kepadanya, tidaklah sedikit. Sebagai Ketua KY saat itu, kata Busyro, dirinya selalu meminta pihak-pihak yang mengadukan adanya mafia peradilan tersebut untuk menunjukkan bukti yang konkret.

"Sebab kalau rumor itu tidak terbukti, MA juga akan mengalami institutional assasination dan itu merugikan. Dan KY juga dalam posisi untuk menjaga institusi MA jangan sampai terus menjadi korban," tuturnya menjelaskan.

Di sisi lain, dia pun mengimbau kepada pihak internal MA untuk tidak tinggal diam menghadapi rumor-rumor yang berkembang tersebut. "Secara internal MA hendaknya secara keseluruhan para Hakim Agung, Tuada-Tuada (Ketua Muda-red) dan terutama pucuk pimpinannya, hendaknya dengan arif memulai untuk melakukan koreksi yang lebih jauh lagi, lebih dalam lagi, mengapa muncul keprihatinan dari pengacara itu tadi. Ada akibat mesti ada sebab," ucap dia.

Namun demikian, dengan posisinya kini sebagai Ketua KPK, Busyro berjanji untuk lebih memperhatikan rumor tersebut. Jika memang terbukti ada mafia peradilan di MA, Busyro tak segan untuk melakukan tindakan tegas.

"Oleh karena itu, dalam konteks KPK nanti, tentu KPK concern dalam hal itu. Namun juga tidak akan gegabah, tidak sepantasnya melakukan tindakan-tindakan yang gegabah," tandasnya.

(nvc/rdf)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close