Jepang Kecam Serangan Korut, China Hati-hati
Rabu, 24/11/2010 03:21 WIB
(Reuters)
Tokyo
Ketegangan yang ditimbulkan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) membuat negara tetangganya ketar-ketir. Jepang mengecam keras serangan Korut. Sementara China lebih berhati-hati.
Juru bicara pemerintahan Jepang mengatakan serangan artileri Korut yang ditujukan pada Pulau Yeonpyeong di Korsel 'tak termaafkan'. Sekretaris Kabinet Yoshito Sengoku dalam jumpa persnya 'mengecam keras' serangan itu demikian seperti dilansir dari Reuters, Rabu (24/11/2010).
Sedangkan China, sebagai sekutu terdekat Korut tampak berhati-hati mengeluarkan pernyataan. China menghindari berpihak pada salah satu pihak dan mendorong kedua negara itu 'melakukan kontribusi lebih untuk perdamaian'.
"Harus dilanjutkan six party talks (pembicaraan 6 negara)," ujar Kementerian Luar Negeri China.
Six Party Talks merupakan dialog denuklurisasi di Semenajung Korea. Six Party Talks terdiri antara lain Rusia, Cina, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dukungan diplomatik dan ekonomi China penting bagi Korut. Pemimpin Korut Kim Jong-il bahkan sudah berkunjung ke China dua kali pada tahun 2010 ini untuk memperkuat hubungan.
Sedangkan Rusia menganggap kejadian ini adalah 'bahaya kolosal' dari peningkatan eskalasi di Semenanjung Korea.
"Penting untuk segera mengakhiri semua serangan. Ada bahaya kolosal yang mesti dihindari, ketegangan di kawasan ini menjadi meningkat," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berkunjung di ibukota Belarussia, Minsk.
Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) saling tuding siapa terlebih dahulu menembakkan senjata ke wilayahnya masing-masing. Keadaan kedua negara ini makin tegang.
Sementara Korut mengatakan Korsel yang memulai inisiatif untuk menembak terlebih dahulu. Korut membalas dengan serangan setelah memberikan beberapa peringatan.
Korut menembakkan sekitar 200 peluru artileri ke Pulau Yeonpyeong di wilayah Korsel. Ini adalah serangan terburuk sejak kedua negara bertetangga ini melakukan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.
Serangan ini terjadi seiring kedatangan utusan AS ke kawasan itu menyusul sikap Korut yang melanjutkan pengayaan uranium. AS khawatir Korut akan membuat bom atom.
Sekitar 70 rumah terbakar di Pulau Yeonpyeong akibat dibombardir Korut. Sementara para warga diungsikan ke dalam bungker atau keluar pulau dengan perahu nelayan.
(nwk/ahy)
Juru bicara pemerintahan Jepang mengatakan serangan artileri Korut yang ditujukan pada Pulau Yeonpyeong di Korsel 'tak termaafkan'. Sekretaris Kabinet Yoshito Sengoku dalam jumpa persnya 'mengecam keras' serangan itu demikian seperti dilansir dari Reuters, Rabu (24/11/2010).
Sedangkan China, sebagai sekutu terdekat Korut tampak berhati-hati mengeluarkan pernyataan. China menghindari berpihak pada salah satu pihak dan mendorong kedua negara itu 'melakukan kontribusi lebih untuk perdamaian'.
"Harus dilanjutkan six party talks (pembicaraan 6 negara)," ujar Kementerian Luar Negeri China.
Six Party Talks merupakan dialog denuklurisasi di Semenajung Korea. Six Party Talks terdiri antara lain Rusia, Cina, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dukungan diplomatik dan ekonomi China penting bagi Korut. Pemimpin Korut Kim Jong-il bahkan sudah berkunjung ke China dua kali pada tahun 2010 ini untuk memperkuat hubungan.
Sedangkan Rusia menganggap kejadian ini adalah 'bahaya kolosal' dari peningkatan eskalasi di Semenanjung Korea.
"Penting untuk segera mengakhiri semua serangan. Ada bahaya kolosal yang mesti dihindari, ketegangan di kawasan ini menjadi meningkat," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berkunjung di ibukota Belarussia, Minsk.
Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) saling tuding siapa terlebih dahulu menembakkan senjata ke wilayahnya masing-masing. Keadaan kedua negara ini makin tegang.
Sementara Korut mengatakan Korsel yang memulai inisiatif untuk menembak terlebih dahulu. Korut membalas dengan serangan setelah memberikan beberapa peringatan.
Korut menembakkan sekitar 200 peluru artileri ke Pulau Yeonpyeong di wilayah Korsel. Ini adalah serangan terburuk sejak kedua negara bertetangga ini melakukan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1953.
Serangan ini terjadi seiring kedatangan utusan AS ke kawasan itu menyusul sikap Korut yang melanjutkan pengayaan uranium. AS khawatir Korut akan membuat bom atom.
Sekitar 70 rumah terbakar di Pulau Yeonpyeong akibat dibombardir Korut. Sementara para warga diungsikan ke dalam bungker atau keluar pulau dengan perahu nelayan.
(nwk/ahy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
