detikcom
Minggu, 21/11/2010 17:36 WIB

Puluhan CPNS Prabumulih Menerima Amplop Kosong

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Puluhan pelamar CPNS di Prabumulih, Sumatera Selatan, menerima amplop balasan dalam keadaan kosong. Amplop balasan yang seharusnya berisi nomor ujian itu dikirimkan tanpa isi oleh Kantor Pos setempat.

Sri, seorang pelamar, Minggu (21/11/2010) kepada pers mengaku bingung, saat menerima amplop kosong itu dari tukang pos yang datang ke rumahnya. Amplop balasan yang alamatnya ditulis oleh tangannya sendiri itu datang dalam kondisi terlipat dua.

Amplop warna coklat berukuran map itu hanya disteples saja. Sementara tali pengikat sudah tidak ada. Pelamar formasi kebidanan juga tidak menemukan isi apapun di dalam amplop.

"Saya tanya teman yang lain ternyata mereka terima nomor ujian," katanya.

Menurut ibu satu anak itu, amplop balasan itu diterimanya Jumat (18/11/2010) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya ia tidak terlalu memerhatikan isi dalam amplop karena sibuk memasak.

Namun, usai memasak ia lalu memeriksa amplop tersebut. Amplop yang ia kirimkan bersama surat lamaran pada Selasa (16/11/2010) lalu itu ternyata tidak berisi apa-apa.

Sri lalu mendatangi kembali kantor pos untuk menanyakan kemungkinan isi amplop terjatuh. Bukannya mendapatkan jawaban, ia lalu disuruh mengirimkan kembali amplop itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Takutnya tidak sempat lagi karena waktu sudah habis," katanya.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Pos Prabumulih, Mulya Waldy, kepada pers mengaku menerima banyak keluhan terkait amplop balasan kosong itu. Mulya menyebut, kesalahan itu bukan murni dari pihaknya.

Kantor Pos hanya menerima amplop balasan dari BKD lalu mengirimkannya ke pelamar. Pihaknya tidak memeriksa sama sekali isi amplop dari BKD itu. "Kita tidak tahu jika isinya kosong," katanya.

Secara terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prabumulih, Sobban Asmuni menyebut, pengiriman amplop kosong kepada pelamar kemungkinan disebabkan kelalaian panitia. Para pelamar diminta untuk mendatangi panitia penerimaan CPNS BKD Prabumulih di gedung Pemkot Prabumulih lantai III dengan membawa lembar verifikasi. Nanti panitia akan mengecek ulang dan bila memang tercecer pelamar akan diberikan nomor ujian.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tw/anw)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%