DPR Setuju Dibangun Ruang Seks di Penjara
Rabu, 17/11/2010 02:03 WIB
foto: detikcom
Jakarta
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meneyetujui wacana agar KemenkumHAM membangun ruang seks bagi tahanan. KemenkumHAM diminta tidak ragu-ragu membuat ruang khusus untuk penyaluran hasrat biologis napi tersebut.
"Ini adalah mengenai pemenuhan kebutuhan biologis yang sangat manusiawi karena itu saya mendukung agar ruang seks itu dibangun di LP kita supaya LP kita itu memang wajah yang sangat manusiawi tempat untuk pelatihan jadi orang yang baik," ujar Wakil Ketua DPR bidang Hukum, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Rabu (17/11/2010).
Ruang khusus seks tersebut perlu dibangun untuk narapidana yang sudah berkeluarga. Untuk menjamin kesehatan, KemenkumHAM hanya perlu membuat protap agar dilakukan pembersihan ruangan secara berkala.
"Pemerintah jangan ragu-ragu untuk masalah ini yang terpenting pelaksananan ya harus terkontrol dengan baik. Ini langkah pembenahan rutan yang lebih manusiawi," papar Priyo.
Terkait ketakutan MenkumHAM akan adanya penyalahgunaan ruang seks ini, Priyo menuturkan, perlu dilakukan pengawasan ketat. Dengan begitu ruang seks tersebut tidak akan disalahgunakan oleh oknum di rutan.
"Napi bukan binatang yang harus dilarang penyaluran kebutuhan biologisnya, bisa diwajibkan penggunaan ruangan hanya untuk suami istri. Pengelola rutan harusnya melakukan prosedur teknis yang ketat," tandasnya.
Sebelumnya Menkum HAM Patrialis Akbar menyambut positif usulan pembuatan ruang seks atau kamar bagi tahanan untuk melakukan hubungan suami istri. Namun dia menyimpan kekhawatiran kalau kamar itu malah bisa menjadi bisnis terselubung.
"Itu sedang kita pikirkan. Terus terang saja sebagai manusia biasa memang harus kita pikirkan. Tapi soalnya apa itu tidak jadi persoalan baru, pertama akan terjadi bisnis kamar," kata Patrialis di Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakpus, Selasa (16/11/2010).
Bukan hanya soal bisnis kamar, soal kebersihan juga menjadi persoalan. "Kalau kamar tidak bersih kita kasihan kaum perempuannya yang datang. Maklumlah tempat kotor seperti itu, nanti orang sehat jadi AIDS," tuturnya.
Kalaupun kemudian ada ruang seks, tentu mesti ada aturan khusus, termasuk soal kebersihan. "Kecuali memang ada protap khusus misalnya sprei harus diganti, tapi nanti biasanya lagi, ujungnya bisnis lagi kan," terangnya.
(van/gah)
"Ini adalah mengenai pemenuhan kebutuhan biologis yang sangat manusiawi karena itu saya mendukung agar ruang seks itu dibangun di LP kita supaya LP kita itu memang wajah yang sangat manusiawi tempat untuk pelatihan jadi orang yang baik," ujar Wakil Ketua DPR bidang Hukum, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Rabu (17/11/2010).
Ruang khusus seks tersebut perlu dibangun untuk narapidana yang sudah berkeluarga. Untuk menjamin kesehatan, KemenkumHAM hanya perlu membuat protap agar dilakukan pembersihan ruangan secara berkala.
"Pemerintah jangan ragu-ragu untuk masalah ini yang terpenting pelaksananan ya harus terkontrol dengan baik. Ini langkah pembenahan rutan yang lebih manusiawi," papar Priyo.
Terkait ketakutan MenkumHAM akan adanya penyalahgunaan ruang seks ini, Priyo menuturkan, perlu dilakukan pengawasan ketat. Dengan begitu ruang seks tersebut tidak akan disalahgunakan oleh oknum di rutan.
"Napi bukan binatang yang harus dilarang penyaluran kebutuhan biologisnya, bisa diwajibkan penggunaan ruangan hanya untuk suami istri. Pengelola rutan harusnya melakukan prosedur teknis yang ketat," tandasnya.
Sebelumnya Menkum HAM Patrialis Akbar menyambut positif usulan pembuatan ruang seks atau kamar bagi tahanan untuk melakukan hubungan suami istri. Namun dia menyimpan kekhawatiran kalau kamar itu malah bisa menjadi bisnis terselubung.
"Itu sedang kita pikirkan. Terus terang saja sebagai manusia biasa memang harus kita pikirkan. Tapi soalnya apa itu tidak jadi persoalan baru, pertama akan terjadi bisnis kamar," kata Patrialis di Kemensos, Jl Salemba Raya, Jakpus, Selasa (16/11/2010).
Bukan hanya soal bisnis kamar, soal kebersihan juga menjadi persoalan. "Kalau kamar tidak bersih kita kasihan kaum perempuannya yang datang. Maklumlah tempat kotor seperti itu, nanti orang sehat jadi AIDS," tuturnya.
Kalaupun kemudian ada ruang seks, tentu mesti ada aturan khusus, termasuk soal kebersihan. "Kecuali memang ada protap khusus misalnya sprei harus diganti, tapi nanti biasanya lagi, ujungnya bisnis lagi kan," terangnya.
(van/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
