detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 13:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 16/11/2010 15:17 WIB

China Luncurkan Pesawat C919 Untuk Saingi Airbus dan Boeing

Rita Uli Hutapea - detikNews
Reuters
Beijing - China akan meluncurkan pesawat penumpang pertama buatan dalam negerinya yang akan diproduksi secara besar-besaran. Pesawat tersebut dimaksudkan untuk menyaingi Airbus dan Boeing di pasar aviasi global.

Prototipe pesawat C919 tersebut dipamerkan pertama kali dalam acara pameran penerbangan tahunan, China International Aviation and Aerospace Exhibition di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China selatan.

Tiga maskapai besar milik pemerintah China akan menandatangani perjanjian untuk membeli pesawat-pesawat tersebut pada Selasa, 16 November ini. Demikian seperti diberitakan media pemerintah, China Daily seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/11/2010).

Produsen pesawat tersebut adalah Commercial Aircraft Corporation of China (Comac). Vice-president Comac, Wu Guanghui menuturkan, perusahaannya memprediksi jumlah permintaan untuk pesawat C919 dalam pasar domestik dan luar negeri akan mencapai 2 ribu pesawat.

Pesawat C919 tersebut akan mengangkut antara 168 hingga 190 penumpang. Pesawat yang cuma memiliki satu lorong tempat duduk itu rencananya akan melakukan penerbangan uji coba pada tahun 2014 mendatang.

Pesawat itu rencananya akan diserahterimakan kepada para klien pada tahun 2016. Pesawat ini dipandang memiliki potensi sebagai pesaing Airbus A320 dan Boeing 737.

Menurut China Daily, ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah China untuk mematahkan duopoli Airbus dan Boeing dalam produksi pesawat komersial besar.

Lalu lintas penerbangan di China telah meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Airbus memperkirakan, hal itu diperkirakan akan kembali melonjak dua kali lipat pada tahun 2020 mendatang.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%