detikcom
Selasa, 16/11/2010 09:01 WIB

Merapi Tertutup Kabut Tebal Pagi Ini foto

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Yogyakarta - Gunung Merapi mengawali hari pertama Idul Adha dengan aktivitas yang relatif stabil. Namun secara visual, terutama dari arah selatan, gunung ini tidak dapat dipantau secara langsung karena ketutup kabut tebal.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sejak tengah malam tadi hingga pukul 06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Tidak terjadi awan panas dan gempa vulkanik terjadi 10 kali.

Selain itu tremor beruntun terus terjadi. Untuk sejauh ini belum tercatat adanya gempa tektonik.

Pantauan detikcom, Selasa (16/11/2010), secara visual Gunung Merapi benar-benar tidak nampak pagi ini. Berdasarkan pantauan detikcom di Minomartani, Sleman, awan mendung dan kabut tebal terus menutupi pandangan visual Gunung Merapi.

Dari pos-pos pengamatan Gunung Merapi, dilaporkan cuaca sejak dini hari hingga pagi hari kabut pekat diselingi dengan hujan berintensitas rendah hingga tinggi. Hujan lebat terjadi pukul 04.30-05.45 WIB sedang gerimis terjadi pukul 05.45-06.00 WIB.

Sementara dari CCTV Deles dan Museum, terekam Gunung Merapi tertutup kabut tipis hingga pekat sejak dini hari hingga pagi hari.

Sekitar pukul 06.00 WIB terdengar suara gelegar yang dikira beberapa orang di wilayah selatan merupakan suara gemuruh Merapi.

"Suaranya kenceng, itu Merapi bukan ya? " tanya Siti Towilatun yang rumahnya terletak sekitar 30 km dari puncak merapi.

Namun menurut data dari Media Center Kominfo dan BNPB di Jl Kenari, Yogyakarta, yang telah mengkonfirmasi ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK), suara tersebut hanyalah suara gelegar petir dan bukan dari Merapi.

"Bukan dari Merapi, tadi sudah saya konfirmasi ke BPPTK. Katanya cuma petir," ujar salah satu petugas Media Center Kominfo dan BNPB Yogyakarta.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(feb/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%