detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 16/11/2010 08:09 WIB

Ribuan Jamaah Salat Idul Adha di Masjid Al Azhar foto

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Jakarta - Masjid Agung Al Azhar menjadi salah satu di antara lokasi yang menyelenggarakan salat Idul Adha. Ribuan jamaah pun mendatangi lokasi masjid sejak tadi pagi.

Pantauan detikcom, Selasa (16/8/2010) ribuan jamaah memadati lapangan Al Azhar di Jl Sisimangaraja, Jakarta Selatan. Mereka memenuhi seluruh areal lapangan. Baik perempuan maupun laki-laki dan juga anak-anak.

Salat Idul Adha sendiri dilaksanakan tepat pada pukul 07.00 WIB. Salat dipimpin oleh Ustad Buchori Muslim, Imam Masjid Al Azhar.

Salat berlangsung khidmat. Langit Jakarta yang berawan ikut membuat khusyu jalannya ibadah. Aktivitas kendaraan yang ramai Jl Sisimangaraja tidak mengganggu salat para jamaah.

Usai salat, dilanjutkan dengan khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Ustad Nasroul Hamzah dengan judul 'Hidupkan Semangat Berkorban untuk membangun Generasi Penerus yang Berkarakter'. Setelah salat, pengurus Al Azhar akan langsung melakukan pemotongan hewan kurban untuk disalurkan kepada yang berhak.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ape/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%