Detik.com News
Detik.com

Senin, 15/11/2010 23:17 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Hujan Tangis Saat Wukuf di Arafah foto

Iin Yumiyanti - detikNews
Hujan Tangis Saat Wukuf di Arafah Wukuf di Arafah (AFP)
Arafah - Padang Arafah menjadi lautan doa, Senin (15/11/2010) saat dilaksanakan puncak wukuf. Seluruh jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang jumlahnya mencapai 2 juta orang larut dalam doa dan munajat.

Doa dan zikir dipanjatkan para jamaah sejak tiba di Arafah, Minggu(14/11/2010) malam. Hingga Senin siang yang merupakan puncak wukuf, doa tidak pernah putus dilantunkan jamaah termasuk jamaah Indonesia. Jamaah berdoa baik di dalam tenda ataupun di luar tenda dengan dipimpin kiai masing-masing.

Ketika salat Ashar mulai menjelang, suasana khusyuk berdoa berganti menjadi haru. Airmata menghiasi wajah jamaah. Mata menjadi sembab memerah dan suara-suara tertahan dalam isak parau meski doa terus dipanjatkan.

Ketika hari menjadi sore, padang Arafah pun dipenuhi keharuan oleh hujan tangis. Dengan dikomando oleh kiainya masing-masing, para jamaah haji di semua tenda hampir serempak berdiri dan bersalam-salaman. Jamaah berbaris berjajar dan saling berpelukan dengan mata berkaca-kaca.

Jamaah saling bersalaman dan mulai saling berusaha mencoba memanggil nama baru teman-temannya ataupun kerabatnya dengan embel-embel gelar haji atau hajah di depannya.

"Selamat ya sekarang sudah bisa disebut haji, Alhamdulillah," kata jamaah satu sama lain.

Keharuan wukuf mereda ketika hari menjadi sore dan jamaah harus bergerak menuju Muzdalifah. Di Muzdalifah, jamaah akan bermalam atau mabit. Setelah itu jamaah akan melontar jumroh di jamarat Mina.

Menteri Agama yang juga Amirul Haj Suryadharma Ali menilai wukuf berlangsung lancar meskipun ada masalah di sana-sini. Suryadharma akan melakukan evaluasi atas penerapan katering dengan sistem prasmanan di Arafah.

"Ada positif ada negatifnya. Negatifnya kalau prasmanan menimbulkan antrean panjang. Positifnya makanan yang ada terjaga dari basi. Kami masih akan evaluasi," kata Suryadharma di sela-sela keliling meninjau maktab yang ditempati para jamaah.

Setelah wukuf selesai, jamaah bersiap-siap menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%