detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 15/11/2010 23:17 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Hujan Tangis Saat Wukuf di Arafah foto

Iin Yumiyanti - detikNews
Wukuf di Arafah (AFP)
Arafah - Padang Arafah menjadi lautan doa, Senin (15/11/2010) saat dilaksanakan puncak wukuf. Seluruh jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang jumlahnya mencapai 2 juta orang larut dalam doa dan munajat.

Doa dan zikir dipanjatkan para jamaah sejak tiba di Arafah, Minggu(14/11/2010) malam. Hingga Senin siang yang merupakan puncak wukuf, doa tidak pernah putus dilantunkan jamaah termasuk jamaah Indonesia. Jamaah berdoa baik di dalam tenda ataupun di luar tenda dengan dipimpin kiai masing-masing.

Ketika salat Ashar mulai menjelang, suasana khusyuk berdoa berganti menjadi haru. Airmata menghiasi wajah jamaah. Mata menjadi sembab memerah dan suara-suara tertahan dalam isak parau meski doa terus dipanjatkan.

Ketika hari menjadi sore, padang Arafah pun dipenuhi keharuan oleh hujan tangis. Dengan dikomando oleh kiainya masing-masing, para jamaah haji di semua tenda hampir serempak berdiri dan bersalam-salaman. Jamaah berbaris berjajar dan saling berpelukan dengan mata berkaca-kaca.

Jamaah saling bersalaman dan mulai saling berusaha mencoba memanggil nama baru teman-temannya ataupun kerabatnya dengan embel-embel gelar haji atau hajah di depannya.

"Selamat ya sekarang sudah bisa disebut haji, Alhamdulillah," kata jamaah satu sama lain.

Keharuan wukuf mereda ketika hari menjadi sore dan jamaah harus bergerak menuju Muzdalifah. Di Muzdalifah, jamaah akan bermalam atau mabit. Setelah itu jamaah akan melontar jumroh di jamarat Mina.

Menteri Agama yang juga Amirul Haj Suryadharma Ali menilai wukuf berlangsung lancar meskipun ada masalah di sana-sini. Suryadharma akan melakukan evaluasi atas penerapan katering dengan sistem prasmanan di Arafah.

"Ada positif ada negatifnya. Negatifnya kalau prasmanan menimbulkan antrean panjang. Positifnya makanan yang ada terjaga dari basi. Kami masih akan evaluasi," kata Suryadharma di sela-sela keliling meninjau maktab yang ditempati para jamaah.

Setelah wukuf selesai, jamaah bersiap-siap menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iy/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%