detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 14/11/2010 23:20 WIB

Laporan dari Jepang

Boediono: Jangan Cuma Melihat Sisi Negatif Bangsa Kita

Irwan Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Melakukan otokritik terhadap berbagai kelemahan bangsa sendiri memang sehat. Namun, bila itu dilakukan terus-menerus, hasilnya justru sisi negatif Indonesia saja yang terlihat. Padahal, banyak kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, terutama di tataran internasional.

"Saya mohon saudara sekalian menunjukkan yang terbaik dari bangsa kita. Jangan melihat sisi negatifnya saja," kata Boediono saat bertemu dengan 200-an Warga Negara Indonesia (WNI) di KBRI Jepang, Tokyo, Minggu (14/11/2010).

Boediono mengatakan, Indonesia sudah semakin kelihatan perannya di dunia internasional. Sebagai contoh, Indonesia mempunyai posisi yang penting dalam G20, himpunan negara-negara maju dan berkembang.

"G20 adalah forum penentuan policy ekonomi, keuangan, dan bahkan sampai climate change, yang paling top di dunia," jelasnya.

Di forum G20 itu, menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, Indonesia juga merupakan wakil dari negara-negara di kawasan asia.

Selain G20, Indonesia juga mempunyai posisi tawar yang kuat di Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Indonesia bahkan merupakan negara yang memprakarsai berdirinya APEC, yang kini beranggotakan 21 negara termasuk Amerika Serikat (AS).

Boediono lalu mengungkapkan keberhasilan Indonesia dalam KTT APEC ke-21 yang baru saja selesai dihelat di Yokohama dimana ia menggantikan Presiden SBY sebagai delegasi RI. Negara-negara anggota APEC sepakat untuk mereakumulasi "Bogor Goals" sesuai usul Indonesia.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(irw/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%