Detik.com News
Detik.com

Kamis, 11/11/2010 17:04 WIB

Alasan Akil Muchtar Tidak Mau 'Diperiksa' Refly Harun

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Hakim konstitusi Akil Muchtar menolak jika Ketua tim investigasi isu suap Mahkamah Konstitusi (MK) Refly Harun akan memeriksanya layaknya penyidik dan terperiksa. Ia hanya akan meladeni jika Refly yang datang langsung ke ruangannya.

"Kalau saya dipanggil kemana, di luar gedung MK saya tidak mau. Tapi kalau Refly
datang ke ruangan saya, silahkan. Welcome," kata Akil Muchtar saat berbincang dengan wartawan usai menghadiri peluncuran buku 'Naskah Komprehensif Perubahan UUD 1945' di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Sikap Akil bukan tanpa alasan. Mantan politisi Golkar ini mengatakan jika sikapnya ini didasari Pasal 6 UU MK yang mensyaratkan hakim MK diperiksa setelah mendapat surat izin tertulis dari jaksa agung, yang disetujui presiden. Pemeriksaan bisa tanpa izin jaksa agung dan presiden jika tertangkap tangan atau kejahatan dengan ancaman hukuman mati/ kejahatan negara.

Karena itu, Akil tidak setuju dengan istilah diperiksa karena masuk ranah kewenangan kepolisian.

"Kalau yang memeriksa Refly? (mengangkat bahu). Padahal menurut UU, polisi memeriksa hakim MK harus dengan izin jaksa agung dan disetujui presiden. Ini Refly. Tapi kalau dia ke ruang kerja saya, silahkan saja datang ke ruang kerja saya," katanya.

Akil juga mengkhawatirkan jika sikapnya yang banyak bicara di media malah membuat opini berbalik dan seakan-akan menuduhnya, bahwa ia lah hakim yang menerima suap.

"Karena saya yang suka berbicara (ke media), opininya berbalik. Seakan-akan saya yang kena (dapat suap). Apalagi jelas-jelas saya menolak diperiksa," tutur Akil.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/gun)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%