Selasa, 09/11/2010 20:49 WIB

KA Cirebon Express Terguling di Indramayu, 3 KA Dialihkan ke Jalur Selatan

Fakih Reza - detikNews
ilustrasi
Cirebon - Anjloknya KA Cirebon Express jurusan Cirebon-Jakarta di Indramayu, Jawa Barat, mempengaruhi jadwal dan rute perjalanan KA lainnya. 3 KA yang seharusnya lewat jalur utara dialihkan ke jalur selatan.

Hal tersebut disampaikan Adi Purwanto, Kepala Stasiun KA Kejaksan, Cirebon, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/11/2010) malam. Ketiga KA tersebut masing-masing KA Gajayana, KA Bima dan KA Bangun Karta.

"Hal tersebut disebabkan gerbong KA yang anjlok menghalangi jalur KA dari kedua arah. Satu KA lainnya yakni KA Argo Jati juga masih tertahan di Stasiun Perisi Indramayu," ujar Adi.

Adi menambahkan, proses evakuasi terhadap gerbong KA Cirebon Express yang terguling masih terus dilakukan. Sementara para penumpang KA naas itu sudah diangkut dengan 4 buah bus.

"Para penumpang telah diangkut dengan 4 bus untuk melanjutkan perjalanannya. Tapi salah satu bus kembali ke arah Tegal karena ada sejumlah penumpang yang tak mau melanjutkan perjalanan," ujar Adi.

Menurut Adi, akibat kecelakaan tersebut 7 orang penumpang luka-luka. Masing-masing 3 luka ringan dan 4 luka berat.

Data penumpang luka yang disampaikan Adi berbeda dengan informasi yang diperoleh detikcom dari RS Bhayangkara, Indramayu, sebelumnya. Sri, petugas pendaftaran RS Bhayangkara Indramayu menyebutkan ada 10 korban luka dalam kecelakaan itu.

Menurut Sri, 10 pasien tersebut tiba di rumah sakit sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut informasi yang diterima Sri dari petugas yang mengantarkan para korban, insiden anjlok itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Kesepuluh korban tersebut 2 perempuan dan 8 laki-laki. Tapi, Sri tidak memperinci bagaimanan kondisi 10 penumpang. Dia hanya mengatakan semua korban saat ini tengah ditangani dokter.

(djo/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%