detikcom
Selasa, 09/11/2010 19:53 WIB

Banjir di Semarang Hanyutkan Mobil dan Hewan Ternak

Nurvita Indarini - detikNews
Semarang - Banjir melanda sejumlah kawasan di Semarang, Jawa Tengah, setelah diguyur hujan deras selama hampir 2 jam. Banjir besar yang mengagetkan warga itu menghanyutkan mobil dan hewan ternak.

"Waktu saya pulang kantor, saya lihat ada mobil yang sepertinya jenis Carry, terdampar di tepi Sungai Bringin. Saya kaget waktu keluar kantor daerah di depan kantor sudah kayak laut. Itu daerah di sekitar Jalan Kelud," kata warga Semarang, Huda, kepada detikcom, Selasa (9/11/2010).

Daerah di Semarang yang dilanda banjir antara lain Ngaliyan, Bringin, Mangkang dan Sampangan. Huda pun melihat beberapa sapi yang mati karena kandangnya dihempas banjir. Sapi-sapi itu mati dalam kondisi masih tertambat di tiang kandang. Di arus Sungai Bringin yang demikian deras tampak kambing warga yang ikut hanyut.

"Ini pertama kalinya ada banjir besar begini. Hujan memang sangat deras, tapi nggak lama. Semua kali, besar dan kecil meluap, makanya sampai ke rumah warga.Ada juga tanggul sungai yang jebol," lanjut Huda.

Dia mendapat kabar, di daerah Mangkang ada 2 warga yang tewas akibat terseret arus. Sungai kecil di daerah Kali Kangkung juga mampu menghanyutkan mobil. "Kata adik saya, yang hanyut BMW. Kondisinya terbalik, tapi saya belum melihat," lanjutnya.

Tidak hanya itu, pohon-pohon dengan diameter 30 meter juga bertumbangan diterjang hujan dan banjir. Separuh rumah warga di tepi Kali Kangkung yang bangunannya semi permanen tersapu arus sungai.

"Sepeda motor dan TV milik tetangga saya juga hanyut. Arus sebagian besar kali masih deras, tetapi sudah mulai surut. Rumah-rumah yang digenangi juga sudah mulai surut. Jalanan masih tergenang air karenanya harus jalan pelan-pelan," tutur Huda.

Menurutnya, penyebab banjir ini adalah hutan karet yang berada di daerah Mijen banyak yang sudah ditebangi. Selain itu karena tanggul sungai yang jebol dan luapan sebagian besar sungai di Semarang.

Sebelumnya, angin puting beliung mengagetkan warga Perumahan Beringin Lestari, Gondoria, Ngaliyan. Sebab, tiba-tiba angin itu bertiup sangat kencang dan berputar-putar hingga mengakibatkan banyak rumah rusak.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(vit/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%