detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 05/11/2010 18:21 WIB

Fobia Islam Juga Akibat Umat Muslim yang Salah Memahami Islam

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Fobia Islam bukan cuma karena kurangnya pemahaman non Muslim terhadap Islam. Fenomena itu juga muncul akibat masih ada sebagian umat Muslim yang salah mengerti terhadap ajaran-ajaran Islam yang akhirnya berbuntut pada aksi penyimpangan.

Demikian kesimpulan presidential lecture oleh Imam Feisal Abdul, dari Masjid Al Farah, New York, Amerika Serikat. Kesimpulan disampaikan oleh Presiden SBY sekaligus menutup sesi presidential lecture di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

"Beliau dengan bahasa berbeda menyampaikan dalam ceramahnyam bahwa agama Islam sangat sering disalahartikan oleh sebagian non Muslim dan sebagian Muslim sendiri. Kita harus berani mengatakan itu," kata SBY.

Salah satu wujud dari salah paham umat Muslim terhadap ajaran Islam, adalah aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam. Baik berupa tindak pemaksaan kehendak sampai dengan tindak terorisme yang para pelakunya selalu menyatakan demi membela nama baik Islam.

"Maka perlu peran umat untuk mencegah ektrimisme dan berbagai penyimpangan terhadap ajaran Al Quran seraya memastikan semua berjuang meniadakan Islam," sambung SBY.

Terkait upaya menghilangkan fobia Islam, Presiden menyatakan dukungannya terhadap gerakan Cordova yang dimotori oleh Imam Feisal Abdul. Gerakan global tersebut bertujuan mempromosikan kehidupan antar umat beragama yang saling penuh toleransi dan rukun.

"Menjaga kerukunan dan persaudaraan, tidak bisa begitu saja tercipta. Selalu ada permasalahan, apalagi di era globalisasi," sambung SBY.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lh/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%