Detik.com News
Detik.com
Jumat, 05/11/2010 16:51 WIB

Merapi Mengganas

845 Santri & 100 Ustadz Ponpes Gontor Magelang Mengungsi ke Ponorogo foto

Parwito - detikNews
Magelang - 845 Santri dan 100 guru Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darul Qiyam, Gontor 6, yang berada di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diungsikan ke pusat, Ponpes Gontor 2 di Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Evakuasi dilakukan di ponpes yang berada di radius 17 km dari Merapi itu untuk menghindari bahaya letusan yang sudah berkali-kali dan sangat membahayakan ratusan santri.

Pernyataan itu disampaikan oleh pimpinan Pondok Modern Darul Qiyam, Gontor 6, Ustadz H Muhammad Suja'i, kepada detikcom Jumat (05/11/2010).

Suja'i menyatakan seluruh santri diangkut dengan 3 buah bus dan beberapa mobil elf didampingi beberapa orangtua santri yang sengaja menjenguk anaknya dengan menggunakan mobil.

Orangtua santri merasa khawatir sehingga mereka sengaja menjenguk anaknya beberapa hari lalu setelah mendengar bahwa Gunung Merapi berkali-kali meletus, tegas Muhammad Sujai.

Sujai menegaskan, proses evakuasi ini dilakukan setelah pemerintah kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Satkorlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima rekomendasi BPPTK bahwa daerah Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Magelang masuk dalam wilayah penduduk yang harus diungsikan.

Setelah mendapatkan pemberitahuan meluasnya ekses letusan gunung Merapi yang berada di titik aman sejauh radius 20 kilometer, kami langsung memerintahkan kepada ratusan santri dan guru untuk berkemas-kemas, tegas Sujai.

Sujai berharap setelah sampainya di Gontor Pusat di Ponorogo, proses belajar mengajar yang ada ponpes yang ditinggalkan tidak lagi terganggu dengan adanya ekses letusan Merapi seperti suara gemuruh yang sering terdengar, hujan abu yang sering terjadi dan menyelimuti beberapa fasilitas pondok seperti masjid, kamar tidur, asrama dan lapangan yang berada di tengah-tengah pondok yang sangat jauh dari keramaian ini.

Dari pantauan detikcom di ponpes, usai Salat Jumat ratusan santri berkemas-kemas mereka satu persatu naik tiga buah bus dengan membawa barang mereka masing-masing.

Sujai yang merupakan pimpinan ponpes naik menggunakan mobil elf berwarna hitam bersama keluarganya meninggalkan ponpes dengan tenang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%