detikcom
Kamis, 04/11/2010 13:20 WIB

Seswapres Tursandi Alwi Pensiun, Boediono Tunjuk Plt

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) Tursandi Alwi memasuki masa pensiun.
Wapres Boediono menunjuk pelaksana tugas sembari menunggu ditetapkannya pejabat Seswapres definitif.

"Untuk sementara Seswapres dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Eddy Purwanto," kata Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2010).

Yopie mengatakan, Tursandi pensiun per tanggal 1 November yang lalu. Sebelum
pensiun, pada Senin 25 Oktober, ia masih sempat melantik sejumlah deputi di
bawah Seswapres.

Para pejabat tersebut adalah Deputi Seswapres Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar, Deputi Seswapres Bidang Administrasi Djadja Sukirman, dan Deputi Seswapres Bidang Tata Kelola (Pengawasan) Eddy Purwanto, yang kini jadi Plt Seswapres.

Karena Seswapres merupakan jabatan eselon I, maka penunjukkan pejabat pengganti Tursandi akan dilakukan melalui rapat Tim Penilai Akhir (TPA). TPA diketuai oleh Boediono sendiri.

"Dalam waktu dekat, Pak Wapres akan mengadakan TPA untuk jabatan Seswapres,"
ujar Yopie.

Tursandi yang ditemui wartawan mengaku akan tetap membantu tugas-tugas di Kantor Wapres sekalipun sudah pensiun. "Saya bantu-bantu saja. Pejabat baru nanti akan disahkan melalui Keppres," kata pria yang ramah ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(irw/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%