Selasa, 02/11/2010 20:24 WIB
Polisi Mengaku Jadi Korban Pungli Oknum Petugas Kejari Jakbar
"Mereka (oknum Kejari Jakarta Barat), mematok Rp 50 ribu untuk satu berkas perkara atau untuk satu orang," ujar salah seorang petugas kepolisian berpangkat Brigadir yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Selasa (2/11/2010).
Pungli ini menurutnya, biasa dilakukan saat melimpahkan berkas perkara yang sudah lengkap atau P-21. Namun terkadang ulah nakal oknum Kejari Jakbar ini juga dilakukan saat perkara masih dalam tahap P-19 atau P-18.
"Kalau masih P-19 atau P-18, saat mengirim kembali, kami juga diharuskan memberi uang Rp 50 ribu untuk satu berkas lagi," jelas polisi tersebut.
Petugas tata usaha mengaku keberatan dengan ulah nakal oknum petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Tak jarang untuk membayar uang pungli ini mereka harus merogoh kocek sendiri karena memang dana tersebut tidak disediakan oleh instansi tempat mereka bekerja.
"Kalau enam berkas saja sudah Rp 300 ribu. Kami jujur sangat keberatan. Karena uang itu tidak ada anggarannya. Terpaksa, kami patungan dari kocek sendiri. Habis, mau bagaimana lagi, kalau tidak dikasih, berkas tersebut tidak mau diterima," keluhnya.
Kebijakan menyetor uang dengan dipatok Rp 50 ribu diakui petugas tersebut sudah berlangsung sejak dua bulan lalu, biasanya meskipun setoran seperti ini biasa dilakukan namun sifatnya sukarela. Mereka berharap pungli yang menguras dompet ini dapat segera dihilangkan.
"Jujur kami sangat keberatan. Untuk operasional di lapangan saja, kadang kami bingung. Sekarang harus dibebani dengan ini (pungli),"tandasnya.
Saat dikonformasi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Yusri Nico Riawan meminta agar hal ini dikonformasi langsung ke Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Barat David P Duarsa. Saat dikonfirmasi David membantah adanya praktik pungli saat pelimpahan berkas perkara dari kepolisian.
"Kami siap dikofrontir dengan petugas polisi yang mengantar berkas. Saya pastikan itu (pungli), tidak ada dan semua clear. Kami tidak pernah memberlakukan tarif tiap kali pelimpahan berkas, karena biaya sudah ditanggung negara," tegasnya.
David justru mengaku suka merogoh koceknya saat mengririm tahanan ke rumah tahanan. "Malah, saya sering keluar uang hingga Rp 2 juta untuk ongkos pengiriman tahanan ke rumah tahanan," tutupnya.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(did/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 13:25 WIB
Dua Rumah di Makassar Nyaris Terbakar Gara-gara Tawuran Warga
-
Sabtu, 25/05/2013 13:14 WIB
Pengacara Luthfi: Jadi Lawyer Fathanah, Rozi Punya Konflik Kepentingan
-
Sabtu, 25/05/2013 13:01 WIB
PKS: Yudi Setiawan Terkait Fathanah, Bukan dengan Struktural Partai
-
Sabtu, 25/05/2013 12:54 WIB
Kopi Darat dengan Abdul, Wanita Pemotong Kelamin Pura-pura Jadi Umay
-
Sabtu, 25/05/2013 12:27 WIB
Pengacara: Luthfi Telepon Rozi karena Sama-sama Orang PKS
-
Sabtu, 25/05/2013 12:14 WIB
Wanita Pemotong Kelamin: Cutter Sudah Dipersiapkan Kalau Abdul Macam-macam
-
Sabtu, 25/05/2013 10:51 WIB
3 Aksi Fathanah Bikin Luthfi Semakin 'Gila'
-
Sabtu, 25/05/2013 12:54 WIB
Kopi Darat dengan Abdul, Wanita Pemotong Kelamin Pura-pura Jadi Umay
-
Sabtu, 25/05/2013 12:05 WIB
Niatan DPRD DKI Gelar Interpelasi pada Jokowi Hanya Sensasi
-
Sabtu, 25/05/2013 11:50 WIB
Malam Sebelum Dibunuh, Tentara Inggris Kirim Pesan Sayang ke Ibunda
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
-
Sabtu, 25/05/2013 12:23 WIB
Pengacara: Luthfi Telepon Rozi karena Sama-sama Orang PKS
-
Sabtu, 25/05/2013 09:26 WIB
Pengacara: Sebelum Potong 'Burung', NN Kerap SMS Kalimat Vulgar
-
551 Komentar
-
367 Komentar
-
252 Komentar
-
207 Komentar
-
205 Komentar
-
175 Komentar
-
148 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 00:19 WIB
Angka Kelulusan SMK di Semarang Menurun
-
Jumat, 24/05/2013 23:42 WIB
Berandai-andai Jokowi Dimakzulkan DPRD, Ahok: Bagus Dong, Bisa Nyapres
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
