Selasa, 02/11/2010 09:55 WIB

Abu Merapi Tunda Keberangkatan Rombongan Haji dari Solo foto

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Letusan Gunung Merapi membuat jadwal penerbangan rombongan haji dari Embarkasi Adi Soemarmo Solo tertunda sehari. Seharusnya, penerbangan dilakukan Senin (1/11/2010) kemarin.

"Iya betul, satu kloter kemarin tertunda," kata Edy Martono, manager duty Bandara Adi Soemarmo Solo, kepada detikcom, Selasa (2/11/2010).

Seharusnya, kloter tersebut berangkat dari Solo menuju Jeddah sekitar pukul 18.00 WIB (Senin, 1/11). Namun, karena ada abu vulkanik di sekitar bandara, penerbangan ditunda.

Edy mengaku belum bisa memastikan kapan keberangkatan kloter tersebut. "Saya tidak monitor langsung, itu saya rasa kloter 50-anlah," tambahnya.

Senin siang kemarin, hujan abu vulkanik Merapi tidak mampir ke kawasan Solo. Hujan abu mengarah ke Salatiga, Semarang dan Purwodadi.

Karena itu, Bandara Adi Soemarmo Solo aman dari abu Merapi. Aktivitas penerbangan di bandara ini tetap lancar. Pesawat yang membawa para jamaah haji telah berangkat dengan lancar hingga pukul 12.00 WIB. Gangguan baru muncul untuk penerbangan sore hari.

Menteri Perhubungan mengimbau pihak Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dan Bandara Adi Soemarmo Solo terus mewaspadai bencana letusan Gunung Merapi. Apabila abu vulkanik berbahaya untuk penerbangan, maka bandara sebaiknya ditutup.

Abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan. Selain mengganggu pandangan, bila masuk ke mesin pesawat bisa membuat mesin mati.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%