detikcom
Senin, 01/11/2010 14:11 WIB

Foke Gak Ade Majunye (6)

Thamrin Amal Tamagola: Jakarta Tidak Butuh Ahli

M. Rizal - detikNews
Halaman 1 dari 5
Jakarta - Banjir, kemacetan dan kepadatan penduduk di DKI Jakarta, menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan. Hampir setiap hari kemacetan selalu melanda ibukota. Dan bila hujan tiba, kondisinya semakin parah saja. hampir seluruh ruas jalan tergenang air akibatnya kemacetan semakin menjadi.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke mau tidak mau menjadi sasaran kekesalan warga Jakarta. Maklum saat berkampanye Pilkada pada 2007 lalu, dengan percaya diri Foke memilih jargon "Serahkan Kepada Ahlinya". Nah, ketika masalah macet dan banjir semakin parah saat dia memimpin, giliran warga menagih janji kampanye tersebut.

Tapi Foke selalu punya cara untuk membela diri. Cuaca yang ekstrem, serta peningkatan jumlah kendaraan sealu menjadi jawaban Foke saat dimintai tanggapannya. Sementara sistem kerja yang telah dikerjakan selama menjabat tidak pernah mencuat ke publik.

Bagaimana pandangan sosiolog Thamrin Amal Tamagola tentang kinerja Foke selama tiga tahun menjabat gubernur? Berikut petikan wawancara detikcom dengan akademisi asal FISIP Universitas Indonesia ini:

Apa faktor penyebab penanganan banjir di Jakarta tak kunjung selesai dan
terkesan rumit itu?


Ada beberap faktor yang sudah lama sekali terjadi. Ada faktor jangka panjang yang terjadi artinya sudah ada puluhan tahun, faktor menengah dan jangka pendek. Faktor pertama yang jangka panjang, banjir di Jakarta ini terjadi sudah lama sekali.

Ini ada tiga hal, pertama, sejak era Orde Baru di mana banyak penebangan pohon hutan lindung di kawasan Jawa Barat, seperti Bogor. Berubah jadi kawasan perumahan dan istirahat.Next

Halaman 1 2 3 4 5

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(zal/diks)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%