Minggu, 31/10/2010 23:11 WIB

Gempa Susulan, Masyarakat Mentawai Berlarian ke Arah Bukit foto

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi
Medan - Gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR) yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (31/10/2010) malam, membuat masyarakat panik. Sebagian besar segera melarikan diri ke perbukitan untuk menghindar sekiranya terjadi tsunami.

Ketua Sinode Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) di Kepulauan Mentawai, P Simanjuntak menyatakan, ketika gempa mengguncang sekitar pukul 19.23 WIB, kepanikan terjadi. Masyarakat yang berada di Kecamatan Sikakap, segera menuju perbukitan yang ada di sana.

"Kasus tsunami beberapa hari lalu membuat masyarakat langsung menyelamatkan diri ke perbukitan. Mereka sudah memetik pelajaran dalam penyelamatan diri dari musibah tsunami yang lalu," kata Simanjuntak melalui telepon dari Mentawai, Minggu malam.

Menurut Simanjuntak, cukup lama juga masyarakat bertahan di perbukitan tersebut. Antara 20 hingga 30 menit. Setelah situasi dirasa sudah aman, mereka kembali turun.

"Ketakutan terhadap tsunami memang masih kuat. Jadi tindakan penyelamatan dirilah yang diutamakan begitu dirasakan adanya guncangan gempa," tukas Simanjuntak.

Berdasarkan pantauan, kata Simanjuntak, gempa tersebut tidak menyebabkan adanya kerusakan pada bangunan. Hanya ketakutan warga saat gempa itu yang membuat warga sempat panik.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gempa terjadi pada Minggu (31/10/2010), sekitar pukul 19.23 WIB. Pusat gempa berada di 3.59 LS-99.74 BT atau 89 kilometer barat daya Pagai Selatan dan 105 kilometer barat daya Pagai Utara, Kepulauan Mentawai. Gempa ini tidak berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.

Sejumlah kawasan ke Kepulauan Mentawai terkena bencana tsunami setelah diguncang gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi terjadi, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB. Data terakhir yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu malam menyebutkan, gempa dan tsunami di Mentawai tersebut menyebabkan 450 orang meninggal, 96 orang, 271, luka berat dan 142 luka ringan 142 orang. Sementara jumlah pengungsian Data pengungsi tidak mengalami perubahan, sebanyak 14.983 jiwa.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rul/irw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%