detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 29/10/2010 13:17 WIB

SBY Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Asmara Nababan

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Kabar telah berpulangnya Asmara Nababan, telah diterima oleh Presiden SBY. Presiden menyampaikan rasa belasungkawa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Bapak Presiden berbelasungkawa atas meninggalnya Pak Asmara Nababan yang dikenal sebagai seorang pejuang HAM dan demokrasi," ujar Jubir Julian Aldrin Pasha melalui telepon, Jumat (29/10/2010).

Aktivis HAM Asmara Nababan meninggal dunia akibat serangan kanker paru-paru. Almarhum mantan Sekjen Komnas HAM ini sempat menjalani perawatan intensif di China.

Rencananya, jenazah Asmara disemayamkan di rumah duka Jl Rasamala Raya 31, Pancoran, Jakarta, mulai Minggu (31/10) sampai Senin (1/11). Keesokan harinya, jenazah akan disemayamkan di Kantor Komnas HAM lalu dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Asmara Nababan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Guangzhou sejak 12 Oktober lalu karena menderita kanker paru-paru stadium 4. Asmara pernah dirawat di rumah sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Asmara sebelum sakit tetap aktif memimpin Demos, sebuah Pusat Riset Demokrasi yang didirikannya bersama sejumlah pejuang HAM dan Demokrasi. Di antaranya adalah Munir (almarhum), Arief Budiman, Th Sumartana (almarhum), dan Nasikun.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(lh/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%