Detik.com News
Detik.com

Jumat, 29/10/2010 13:17 WIB

SBY Berbelasungkawa Atas Meninggalnya Asmara Nababan

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Kabar telah berpulangnya Asmara Nababan, telah diterima oleh Presiden SBY. Presiden menyampaikan rasa belasungkawa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Bapak Presiden berbelasungkawa atas meninggalnya Pak Asmara Nababan yang dikenal sebagai seorang pejuang HAM dan demokrasi," ujar Jubir Julian Aldrin Pasha melalui telepon, Jumat (29/10/2010).

Aktivis HAM Asmara Nababan meninggal dunia akibat serangan kanker paru-paru. Almarhum mantan Sekjen Komnas HAM ini sempat menjalani perawatan intensif di China.

Rencananya, jenazah Asmara disemayamkan di rumah duka Jl Rasamala Raya 31, Pancoran, Jakarta, mulai Minggu (31/10) sampai Senin (1/11). Keesokan harinya, jenazah akan disemayamkan di Kantor Komnas HAM lalu dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

Asmara Nababan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Guangzhou sejak 12 Oktober lalu karena menderita kanker paru-paru stadium 4. Asmara pernah dirawat di rumah sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Asmara sebelum sakit tetap aktif memimpin Demos, sebuah Pusat Riset Demokrasi yang didirikannya bersama sejumlah pejuang HAM dan Demokrasi. Di antaranya adalah Munir (almarhum), Arief Budiman, Th Sumartana (almarhum), dan Nasikun.

(lh/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%