Kamis, 28/10/2010 14:33 WIB

Bencana-bencana Indonesia Jadi Topik Utama di KTT ASEAN foto

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jakarta - Para pemimpin negara-negara ASEAN hari ini berkumpul di Hanoi, Vietnam dalam rangka KTT ASEAN ke-17. Bencana-bencana alam yang melanda Indonesia menjadi pokok bahasan yang paling banyak dibicarakan para pejabat senior dan wartawan yang meliput KTT tersebut.

Para pejabat ASEAN menyampaikan dukacita mereka pada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Marty Natalegawa saat berlangsung pertemuan para menlu ASEAN kemarin, yang digelar sebelum KTT ASEAN hari ini.

Dalam pertemuan itu, Menlu Vietnam Pham Gia Khiem, yang memimpin pertemuan para menlu ASEAN tersebut, menyampaikan belasungkawa pada pemerintah Indonesia.

"Kami yakin bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo akan mampu mengatasi situasi ini," kata Pham seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Kamis (28/10/2010).

Menurut seorang pejabat ASEAN, ada kemungkinan beberapa negara ASEAN akan menyampaikan bantuan pada Indonesia atas bencana-bencana tersebut.

"Saya pikir kenapa tidak, terlebih lagi jika bantuan memang diminta," ujar pejabat tersebut.

Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat diguncang gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter pada Senin, 25 Oktober lalu. Gempa tersebut menimbulkan tsunami yang menewaskan lebih dari 300 orang. Ratusan orang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Tak lama setelah tsunami Mentawai tersebut, gunung Merapi di Jawa Tengah meletus dan menewaskan setidaknya 32 orang. Awan panas yang dilepaskan gunung berapi tersebut juga telah menghancurkan dusun-dusun di lereng gunung Merapi.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%