Detik.com News
Detik.com
Kamis, 28/10/2010 12:21 WIB

Abbas Said, Hakim Agung yang Hindari Kasus Farhat Abbas

Andi Saputra - detikNews
Abbas Said, Hakim Agung yang Hindari Kasus Farhat Abbas
Jakarta - Sang ayah adalah hakim agung, sedangkan si anak pengacara. Lantas apa jadinya jika anak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas perkara yang ditanganinya?

"Saya menghindar. Saya tak mau urus perkara Farhat. Biar orang lain yang megang,"
kata Abbas Said di sela-sela acara pelantikan hakim adhoc kepada wartawan di gedung
MA, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, (27/10/2010).

Sudah jamak diketahui, Abbas Said adalah ayah pengacara flamboyan Farhat Abbas.
Hubungan sedarah inilah yang menimbulkan pandangan negatif adanya main mata di antara keduanya. Tak sedikit Farhat Abbas melayangkan kasasi atau PK ke kantor ayahnya tersebut.

"Kan sudah ada aturannya bahwa hakim tak boleh menangani perkara yang masih ada hubungan sedarah, sekandung atau semenda," tegas Abbas yang telah 7 tahun menjadi Hakim Agung ini.

Meski telah 40 tahun berkarier menjadi hakim, namun Abbas telah mengambil sikap
untuk pensiun bukan sebagai hakim. Namun sebagai komisioner di Komisi Yudisial. Kini
dirinya tinggal menunggu fit and properties di DPR semata. Padahal, masa pensiun
sebagai hakim agung masih 4 tahun lagi.

"Kalau visi dan misi jadi anggota KY nanti di DPR saja, "jelasnya.

Bukankah dari segi pendapatan, lebih besar menjadi hakim agung dibanding komisioner
KY? "Semua orang juga berpikir begitu. Tapi dengan di KY, saya ingin membuat citra hukum lebih baik," ucap Abbas.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%