Selasa, 26/10/2010 16:52 WIB

Boediono: Seluruh Dunia Rentan Terhadap Bencana

Irwan Nugroho - detikNews
Sleman - Wakil Presiden Boediono mengatakan saat ini bukan hanya Indonesia saja yang menghadapi bencana. Seluruh dunia rentan terhadap bencana, baik yang disebabkan oleh alam atau akibat perbuatan manusia.

"Seluruh dunia tampaknya semakin rentan terhadap bencana, alam atau buatan manusia," kata Boediono di depan peserta International Conference on Promoting Family Planning and Maternal Health For Allevation.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah negara di dunia tersebut digelar di Hotel Grand Hyatt, Jl Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Yogyakarta, Selasa (26/10/2010).

Menurut Wapres, masyarakat di dunia saat ini hidup dalam situasi yang tidak pasti. Namun, ia percaya keadaan tersebut dapat diatasi dengan baik.

"Jika kita memutuskan untuk bekerja lebih keras, untuk berbuat lebih baik, lebih imajinatif dan lebih terkoordinasi, tidak mungkin tidak teratasi," katanya.

Wapres mengungkapkan sejumlah bencana yang saat ini sedang membuat Indonesia berduka. Sekitar 50 Km dari lokasi seminar, Gunung Merapi sedang dalam fase erupsi. Ribuan orang saat ini sudah dievakuasi.

Lalu, beberapa minggu yang lalu, banjir menghancurkan Kota Wasior, Papua Barat. Sebanyak 124 orang dinyatakan tewas dan 123 lainnya masih hilang.

"Kemarin malam, sebuah gempa cukup kuat mengguncang wilayah Sumatera Barat. Tingkat kerusakan dan jumlah korban jiwa masih sedang dihitung," ungkap Boediono.

Seluruh peristiwa tersebut, kata Wapres, mempunyai dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Namun, menurutnya, Indonesia sekali lagi tidak sendiri.

Usai menyampaikan sambutan dalam pembukaan acara tersebut, sekitar pukul 10.15 WIB, Wapres bersama Ibu Herawati dan sejumlah menteri mengunjungi Posko Utama Penanggulangan Bencana Merapi di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Setelah itu Boediono meninjau lokasi penampungan pengungsi di Kantor Kepala Desa Hargobinangun yang terletak di Jl Kaliurang Km 20.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(irw/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%