detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/10/2010 13:31 WIB

Petugas Kebersihan Gudang Senjata Polri Akui Bungkus Peluru Teroris

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Petugas kebersihan (cleaning sevice) gudang senjata Markas Logistik Polri, Purnama (22) mengaku mengepak peluru selama 4 kali pengiriman barang. Namun dia tak tahu ribuan peluru tersebut untuk siapa.

"Saya diminta tolong bungkusin di bengkel digudang senpi. 4 Kali. Peluru dibungkus koran, dilakban lalu dimasukan kardus mi instan," kata Purnama.

Hal itu disampaikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jalan Ahmad Yani, Selasa (26/10/2010). Purnama bersaksi untuk Tatang Mulyadi, Abdi Tunggal dan Ahmad Sutrisno.

Tatang dan Abdi merupakan dua polisi yang diminta bantuannya oleh Ahmad Sutrisno untuk mengeluarkan 28 senjata, 19.999 butir peluru, dan 72 magasin dari gudang senjata di Cipinang-Pulogadung.

Permintaan bantuan itu berawal dari pertemuan Sofyan Tsauri dan Dulmatin di Depok. Dulmatin diketahui meminta Tsauri menyediakan senjata untuk persiapan pelatihan militer di Aceh.

Sutrisno yang merupakan pengusaha air soft gun menyanggupi permintaan Tsauri dengan meminta bantuan Tatang dan Abdi. Dengan tuduhan membantu memasok senjata itu, Sutrisno dijerat Pasal 15 junto Pasal 9 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya tahu itu peluru, tapi tidak tahu mau dikirim ke mana," tambah Purnama kepada ketua majelis hakim Wahyu Prasetyo.

Dalam kesaksiannya, Purnama ditegur keras oleh hakim Edy Soebroto. Dia ditegur keras karena jawabannya berubah-ubah dan sering lupa dengan apa yang diketahui.

"Kamu sudah disumpah, jangan lupa-lupa terus. Ayo ingat," tegur Edy.

Sidang dilanjutkan Selasa pekan depan.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asp/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close