detikcom
Selasa, 26/10/2010 13:31 WIB

Petugas Kebersihan Gudang Senjata Polri Akui Bungkus Peluru Teroris

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Petugas kebersihan (cleaning sevice) gudang senjata Markas Logistik Polri, Purnama (22) mengaku mengepak peluru selama 4 kali pengiriman barang. Namun dia tak tahu ribuan peluru tersebut untuk siapa.

"Saya diminta tolong bungkusin di bengkel digudang senpi. 4 Kali. Peluru dibungkus koran, dilakban lalu dimasukan kardus mi instan," kata Purnama.

Hal itu disampaikannya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jalan Ahmad Yani, Selasa (26/10/2010). Purnama bersaksi untuk Tatang Mulyadi, Abdi Tunggal dan Ahmad Sutrisno.

Tatang dan Abdi merupakan dua polisi yang diminta bantuannya oleh Ahmad Sutrisno untuk mengeluarkan 28 senjata, 19.999 butir peluru, dan 72 magasin dari gudang senjata di Cipinang-Pulogadung.

Permintaan bantuan itu berawal dari pertemuan Sofyan Tsauri dan Dulmatin di Depok. Dulmatin diketahui meminta Tsauri menyediakan senjata untuk persiapan pelatihan militer di Aceh.

Sutrisno yang merupakan pengusaha air soft gun menyanggupi permintaan Tsauri dengan meminta bantuan Tatang dan Abdi. Dengan tuduhan membantu memasok senjata itu, Sutrisno dijerat Pasal 15 junto Pasal 9 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Saya tahu itu peluru, tapi tidak tahu mau dikirim ke mana," tambah Purnama kepada ketua majelis hakim Wahyu Prasetyo.

Dalam kesaksiannya, Purnama ditegur keras oleh hakim Edy Soebroto. Dia ditegur keras karena jawabannya berubah-ubah dan sering lupa dengan apa yang diketahui.

"Kamu sudah disumpah, jangan lupa-lupa terus. Ayo ingat," tegur Edy.

Sidang dilanjutkan Selasa pekan depan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%