detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/10/2010 13:14 WIB

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Meriahnya Upacara Kematian di Toraja

Nita Rachmawati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Toraja - Upacara kematian di setiap daerah berbeda-beda. Di Toraja, upacara kematian sangat meriah dan memakan waktu berhari-hari. Tingginya biaya membuat keluarga yang ditinggalkan terkadang menunda penguburan.

Keunikan upacara kematian di Toraja menarik perhatian Andre Helliono dan Susan Stephanie peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom untuk menghadirinya.

"Waktu melihat upacara kematian, seru banget. Ternyata acaranya meriah banget, ada penyembelihan kerbau dan babi, tari-tarian dan sekitar 20 ekor kerbau untuk di adu," ujar Andre, ketika dihubungi detikcom, Senin (25/10/2010).

"Nilai tradisinya masih dipegang erat, sangat kekeluargaan satu sama lain, dan upacara kematiannya sangat meriah. Ternyata upacara kematian di Toraja memakan dana yang sangat besar. Satu ekor kerbau saja sekitar 17 juta rupiah dan diukur berdasarkan panjang tanduk. Sedangkan satu ekor babi sekitar 1 juta rupiah di ukur per meternya," sambung Susan, seorang arsitek.

Kebetulan mereka menghadiri upacara kematian mertuan dari seorang ibu bernama Margaretha. Meninggalnya sekitar bulan April dan baru sekarang diupacarakan.

"Kalau berkecukupan, langsung dapat diupacarakan. Tapi kalau tidak, jenazahnya disimpan di Tongkonan (rumah adat Toraja) sampai keluarga tersebut mempunyai dana untuk untuk menyiapkan hewan kurban. Kalau belum diupacarakan jenazah tidak boleh dikuburkan, karena dianggap masih sakit dan belum meninggal," lanjut Susan lagi.

"Kebetulan keluarga Ibu Margaretha tergolong kaya, jadi menyiapkan 18 ekor kerbau dan ratusan babi untuk disembelih. Standarnyanya sih hanya 12 ekor kerbau. Semakin tinggi status sosialnya, maka semakin banyak juga kerbau yang dikurbankan," tegasnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(lom/lom)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%