Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/10/2010 13:14 WIB

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Meriahnya Upacara Kematian di Toraja

Nita Rachmawati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Meriahnya Upacara Kematian di Toraja
Toraja - Upacara kematian di setiap daerah berbeda-beda. Di Toraja, upacara kematian sangat meriah dan memakan waktu berhari-hari. Tingginya biaya membuat keluarga yang ditinggalkan terkadang menunda penguburan.

Keunikan upacara kematian di Toraja menarik perhatian Andre Helliono dan Susan Stephanie peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom untuk menghadirinya.

"Waktu melihat upacara kematian, seru banget. Ternyata acaranya meriah banget, ada penyembelihan kerbau dan babi, tari-tarian dan sekitar 20 ekor kerbau untuk di adu," ujar Andre, ketika dihubungi detikcom, Senin (25/10/2010).

"Nilai tradisinya masih dipegang erat, sangat kekeluargaan satu sama lain, dan upacara kematiannya sangat meriah. Ternyata upacara kematian di Toraja memakan dana yang sangat besar. Satu ekor kerbau saja sekitar 17 juta rupiah dan diukur berdasarkan panjang tanduk. Sedangkan satu ekor babi sekitar 1 juta rupiah di ukur per meternya," sambung Susan, seorang arsitek.

Kebetulan mereka menghadiri upacara kematian mertuan dari seorang ibu bernama Margaretha. Meninggalnya sekitar bulan April dan baru sekarang diupacarakan.

"Kalau berkecukupan, langsung dapat diupacarakan. Tapi kalau tidak, jenazahnya disimpan di Tongkonan (rumah adat Toraja) sampai keluarga tersebut mempunyai dana untuk untuk menyiapkan hewan kurban. Kalau belum diupacarakan jenazah tidak boleh dikuburkan, karena dianggap masih sakit dan belum meninggal," lanjut Susan lagi.

"Kebetulan keluarga Ibu Margaretha tergolong kaya, jadi menyiapkan 18 ekor kerbau dan ratusan babi untuk disembelih. Standarnyanya sih hanya 12 ekor kerbau. Semakin tinggi status sosialnya, maka semakin banyak juga kerbau yang dikurbankan," tegasnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lom/lom)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%