Senin, 25/10/2010 08:19 WIB

Status Gunung Merapi Dinaikkan Menjadi Awas

Rachmadin Ismail - detikNews
Sleman - Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Merapi diminta bersiap dievakuasi. Status gunung Merapi kini telah dinaikkan menjadi 'awas' dari sebelumnya 'siaga'.

"Pemerintah Kabupaten Sleman telah mendapat surat pemberitahuan peningkatan status dari siaga ke awas," kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu kepada detikcom, Senin (25/10/2010).

Pemberitahuan itu disampaikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta lewat surat bernomor 2044/45/BGL.V/2010, tanggal 25 Oktober 2010 mulai pukul 06.00 WIB.

Pemerintah Kabupaten Sleman meminta agar masyarakat tidak panik dan siap untuk dievakuasi. Dia berharap agar masyarakat berdoa agar aktivitas Merapi membawa berkah.

"Sedang berjalan untuk melakukan evakuasi sudah koordinasi untuk mempersiapkan," tambahnya.

Merapi semakin meningkat aktivitasnya sejak pekan lalu. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono menegaskan arah luncuran lava pijar bakal lebih dominan menuju ke arah selatan Merapi. Pihaknya meminta warga di Kabupaten Sleman dan Klaten untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Meski demikian, pihaknya juga belum bisa memastikan waktu munculnya lava ke
permukaan. Sedang gejala-gejala adanya tekanan magma dari perut bumi ke atas
sudah muncul.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
MustRead close