Minggu, 24/10/2010 13:25 WIB

11 Rekomendasi ICW untuk SBY dalam Pemberantasan Korupsi

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan rapor merah 1 tahun pemerintahan SBY-Boediono dalam memberantas korupsi. 11 Rekomendasi pun diberikan ICW kepada SBY untuk memperbaiki pemberantasan korupsi 4 tahun mendatang.

"Kita beri informasi ke Presiden masih ada titik-titik lemah dalam memberantas korupsi. Presiden masih memiliki waktu 4 tahun," ujar Peneliti Hukum ICW Febri Diansyah di kantornya Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (24/10/2010).

Pertama, SBY harus memiliki road map atau startegi nasional pemberantasan korupsi yang terukur dan bisa dilaksanakan dalam 4 tahun ke depan. Kedua, SBY harus memprioritaskan reformasi di kepolisian, kejaksaan dan Ditjen Pajak.

Ketiga, SBY harus mengurangi pidato dan berjanji dichadapan publik kecuali memang untuk dilaksanakan secara serius. Keempat, SBY harus memimpin pengungkapan kasus-kasu besar seperti, rekening gendut, Bank Century dan penganiayaan aktivis ICW.

"Otak dan pelaku kriminalisasi pimpinan KPK harus diungkap oleh SBY," tegas Febri.

Keenam, tindakan keras tegas tanpa kompromi terhadap kader Partai Demokrat yang terlibat korupsi harus dilakukan. Ketujuh, SBY harus menghentikan kompromi dengan kekuatan politik dan bisnis soal pemberantasan korupsi.

Selanjutnya pemberian remisi, pembebasan bersyarat dan segala fasilitas yang mengurangi efek jera pemberantasan korupsi harus direvisi. Berikutnya, SBY dinilai perlu merevisi aturan tentang izin pemeriksaan kepala daerah, kerana ini rentan menjadi komoditas politik.

Sepuluh, SBY harus pastikan Kapolri dalam menjalankan kerja pemberantasan korupsi dengan cara mulai membersihkan internal kepolisian. Terakhir, SBY harus segera pilih Jaksa Agung yang antikorupsi bisa diterima publik dan kerjasama dengan KPK.

"Pilih Jaksa Agung bukan dari internal, memiliki komitmen dan extra ordinary dalam memberantas korupsi" tutup Febri.

(did/anw)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel