Selasa, 12/10/2010 10:54 WIB

Berlakukan Protap 'Tembak di Tempat', Polri Sudah Bicara dengan Komnas HAM

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Prosedur Tetap (Protap) Kapolri Nomor 1/X/2010 tentang penanggulangan tindakan anarki sudah bisa diterapkan di lapangan. Dengan protap ini, polisi bisa langsung melumpuhkan pelaku tindak anarki dengan senjata api, atau bahasa gampangannya tembak di tempat. Sebelum dirilis, Protap ini sudah dikomunikasikan dengan lembaga-lembaga HAM.

"Ini kan sudah dibahas lama. Sudah dibicarakan juga dengan organisasi masyarakat termasuk Komnas HAM. Dari mereka nggak ada masalah. Tinggal sosialisasi dengan khalayak masyarakat, DPR, dan pemda," ujar penasihat Kapolri Prof Dr Kastorius Sinaga saat dihubungi detikcom, Selasa (12/10/2010).

Kastorius mengatakan, latar belakang penekenan protap ini berdasarkan sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat. Salah satunya yang baru terjadi yakni kasus bentrokan dua kubu pemuda di Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada 29 September. Dari kasus bentrokan Ampera ini, 3 anggota kepolisian juga ikut tertembak. Sedangkan 3 masyarakat sipil tewas.

"Pada prinsipnya kenyataan berkembang di masyarakat dalam berunjuk rasa, kadang ada kekerasan, perusakan fasilitas publik, dan penyerangan aparat. Ini latar belakangnya (protap dibuat). Jadi sekarang Polri bisa gunakan protap ini terhadap tindak anarkis itu," katanya.

Menurut Kastorius, selama ini, protap polisi dalam menangani unjuk rasa masih lemah. Apalagi yang bersifat unjuk rasa ke arah anarkis. Ada tahap-tahap yang membuat polisi selama ini terkesan lembek dan lemah dalam menangani tindak anarkis dalam berunjuk rasa. Dengan adanya protap ini, polisi bisa langsung melumpuhkan pelaku tindak anarkis yang menggunakan senjata.

"Kelompok unjuk rasa kan sebenarnya sudah bisa diketahui dari intelijen akan bertindak anarkis atau tidak. Nah dengan ini, kalau polisi sudah melihat ada penggunaan senjata di dalam unjuk rasa, sudah bisa menggunakan protap ini," jelasnya.

Secara teknis, Kastorius mengaku tidak mengetahui bagaimana tahap-tahap penggunaan protap ini di lapangan. Namun sebelum melumpuhkan pelaku tindak anarkis, polisi mengeluarkan tembakan peringatan terlebih dahulu. Kecuali memang secara kasat mata sudah terlihat, pelaku tindak anarkis itu terang-terangan membawa senjata.

"Ya kalau sudah unjuk rasa bawa senjata, pentungan itu kan sudah mengarah bertindak anarkis. Kalau sudah lihat ada yang bawa senjata, sudah bisa itu langsung (melumpuhkan)," ungkapnya.

Kastorius mengatakan, protap ini sudah ditandatangani Kapolri sejak seminggu lalu. Protap ini sebenarnya sudah lama dibahas namun baru diteken melihat perkembangan situasi di lapangan. Sembari menerapkan protap ini di lapangan, Polri terus bersosialisasi dengan sejumlah instansi terkait.

Menurut Protap Penanggulangan Anarki, yang disebut anarki adalah tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau terang-terangan oleh seseorang atau kelompok orang yang bertentangan dengan norma hukum yang mengakibatkan kekacauan, membahayakan keamanan umum, mengancam keselamatan jiwa dan atau barang, kerusakan fasilitas umum, atau hak milik orang lain.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%