detikcom
Senin, 11/10/2010 17:03 WIB

2 Kapal Tertahan di Singapura, Djakarta Lloyd Aman-aman Saja

Nurvita Indarini - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Karena masalah utang piutang, 2 kapal PT Djakarta Lloyd (Persero) ditahan Pengadilan Singapura atas permintaan PT ANL (Australian National Lines). Namun Plt Direktur Utama Djakarta Lloyd (Persero) Capt Bambang Sudarsono menegaskan perusahaan yang dipimpinnya masih aman-aman saja.

"Masalah utang dalam bisnis itu kan biasa. Yang penting kita komit akan bayar. Kita masih aman-aman saja," ujar Bambang kepada detikcom di Jakarta, Senin (11/10/2010).

Menurut dia, masalah yang tengah membelit Djakarta Lloyd adalah masalah perdata, bukan pidana. Tidak ada masalah tipu menipu. Di pengadilan pertama pada Juni 2010, Djakarta Lloyd telah memenangkan persidangan. Namun ANL mengajukan banding. Sidang selanjutnya akan digelar November mendatang.

"Sita jaminan itu masalah perdata, bukan pidana, bukan tipu menipu," sambung Bambang.

Dia menambahkan, Djakarta Lloyd adalah perusahaan yang profesional dan sudah memiliki nama. Karena itu pasti akan berupaya keras menjaga nama baiknya dan memberi pelayanan prima agar tidak kehilangan konsumen.

Bambang menuturkan, kerjasama Djakarta Lloyd dan ANL telah terjalin sejak 1981. Saat itu mereka tergabung dalam ANRO Consortium yang pada 1991 berubah menjadi Asia Australia Express (AAX).

Masalah piutang dengan ANL terjadi sebagai dampak dari krisis finansial 1998 yang berkepanjangan. "Pertama karena krisis, kedua karena muatan ke Australia menjadi berkurang," kata Bambang.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
MustRead close