detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 07/10/2010 14:04 WIB

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Pesona Api Abadi Merapen

Nita Rachmawati - detikNews
Grobogan - Disebut-sebut menyala sejak zaman Kerajaan Majapahit, hingga kini Api Merapen tidak pernah padam. Peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom Muh Heri Suryono dan Nursaleh beruntung bisa melihat fenomena alam yang dinamakan Api Abadi ini.

Api abadi yang terletak di Desa Godong, Kecamatan Godong dan Kabupaten Grobogan sudah berkali-kali digunakan sebagai sumber api untuk event olahraga nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional) dan memperingati hari besar umat Budha, Waisak.

"Waktu pertama mendengarnya penasaran banget seperti apa bentuk apinya. Apa kaya api yang di PON atau tidak," ujar Nur ketika dihubungi detikcom, Kamis (7/10/2010).

"Berkesan sekali ketika saya melihatnya, mengagumkan dan sangat penasaran," timpal Heri.

"Setelah melihat ternyata menambah penasaran lagi. Heran saja kok bisa ya gak padam, padahal waktu itu kita melihatnya pas lagi hujan. Aku kira akan padam ternyata gak. Apinya juga kecil dan berada di bawah tumpukan batu-batu," sambungnya dengan kagum.

"Api tersebut katanya berasal dari panas bumi. Jadi sesuai lah dengan namanya, abadi dan gak pernah padam," ujar Nur semabari tertawa.

Sayangnya pesona api abadi Merapen tidak dapat di abadikan oleh keduanya karena cuaca pada saat itu sedang hujan. "Sampai di sini sudah sore, hujan pula." Jadi kita gak bisa foto-foto deh," tutur Heri.

Pengalaman Nur dan Heri serta peserta ACI lainnya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.

Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lom/lom)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%