detikcom
Kamis, 07/10/2010 14:04 WIB

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Pesona Api Abadi Merapen

Nita Rachmawati - detikNews
Grobogan - Disebut-sebut menyala sejak zaman Kerajaan Majapahit, hingga kini Api Merapen tidak pernah padam. Peserta ACI (Aku Cinta Indonesia) detikcom Muh Heri Suryono dan Nursaleh beruntung bisa melihat fenomena alam yang dinamakan Api Abadi ini.

Api abadi yang terletak di Desa Godong, Kecamatan Godong dan Kabupaten Grobogan sudah berkali-kali digunakan sebagai sumber api untuk event olahraga nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional) dan memperingati hari besar umat Budha, Waisak.

"Waktu pertama mendengarnya penasaran banget seperti apa bentuk apinya. Apa kaya api yang di PON atau tidak," ujar Nur ketika dihubungi detikcom, Kamis (7/10/2010).

"Berkesan sekali ketika saya melihatnya, mengagumkan dan sangat penasaran," timpal Heri.

"Setelah melihat ternyata menambah penasaran lagi. Heran saja kok bisa ya gak padam, padahal waktu itu kita melihatnya pas lagi hujan. Aku kira akan padam ternyata gak. Apinya juga kecil dan berada di bawah tumpukan batu-batu," sambungnya dengan kagum.

"Api tersebut katanya berasal dari panas bumi. Jadi sesuai lah dengan namanya, abadi dan gak pernah padam," ujar Nur semabari tertawa.

Sayangnya pesona api abadi Merapen tidak dapat di abadikan oleh keduanya karena cuaca pada saat itu sedang hujan. "Sampai di sini sudah sore, hujan pula." Jadi kita gak bisa foto-foto deh," tutur Heri.

Pengalaman Nur dan Heri serta peserta ACI lainnya dapat disimak di Jurnal Petualang ACI.

Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian, Garuda Indonesia, dan Optik Seis.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lom/lom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
65%
Kontra
35%