detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 07/10/2010 10:30 WIB

Tawuran, Pelajar SMK Bina Siswa Tewas Ditusuk

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Kebiasaan tawuran antarpelajar di Jakarta tampaknya masih sulit dihilangkan. Hanya karena ingin dipandang sebagai pemberani, mereka nekat beradu jotos di jalan raya. Tak jarang aksi ini memakan korban dijiwa.

Di Jl Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/10) sore kemarin, dua kelompok pelajar terlibat aksi saling lempar batu, bahkan ada yang berani membawa senjata tajam untuk melumpuhkan lawannya.

Salah seorang pelajar dari SMK Bina Siswa, Kebon Jeruk, Thomas Jonathan (16), tewas setelah ditusuk secara membabi buta oleh pelajar yang menjadi musuhnya.

Melihat kondisi Thomas yang tergeletak di jalan dengan bersimbah darah, tiga orang rekannya berinisatif membawa pelajar yang masih duduk di kelas 1, ini ke Puskesmas Cengkareng. Karena luka yang diderita cukup parah Thomas akhirnya meregang nyawa.

"Korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka tusuk pada lutut kiri, dada kiri dan punggung belakang serta luka sabetan pada leher belakang," ujar Kapolsek Cengkareng, Kompol Ruslan, kepada wartawan, Rabu malam (6/10/2010).

Polisi masih terus melakukan penyelidikan mencari pelaku penusukan. Saat ini jenazah korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(did/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%