Detik.com News
Detik.com
Kamis, 07/10/2010 10:30 WIB

Tawuran, Pelajar SMK Bina Siswa Tewas Ditusuk

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Kebiasaan tawuran antarpelajar di Jakarta tampaknya masih sulit dihilangkan. Hanya karena ingin dipandang sebagai pemberani, mereka nekat beradu jotos di jalan raya. Tak jarang aksi ini memakan korban dijiwa.

Di Jl Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/10) sore kemarin, dua kelompok pelajar terlibat aksi saling lempar batu, bahkan ada yang berani membawa senjata tajam untuk melumpuhkan lawannya.

Salah seorang pelajar dari SMK Bina Siswa, Kebon Jeruk, Thomas Jonathan (16), tewas setelah ditusuk secara membabi buta oleh pelajar yang menjadi musuhnya.

Melihat kondisi Thomas yang tergeletak di jalan dengan bersimbah darah, tiga orang rekannya berinisatif membawa pelajar yang masih duduk di kelas 1, ini ke Puskesmas Cengkareng. Karena luka yang diderita cukup parah Thomas akhirnya meregang nyawa.

"Korban akhirnya meninggal dunia karena mengalami luka tusuk pada lutut kiri, dada kiri dan punggung belakang serta luka sabetan pada leher belakang," ujar Kapolsek Cengkareng, Kompol Ruslan, kepada wartawan, Rabu malam (6/10/2010).

Polisi masih terus melakukan penyelidikan mencari pelaku penusukan. Saat ini jenazah korban dibawa ke RSCM untuk diotopsi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(did/lrn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%