detikcom
Selasa, 05/10/2010 12:49 WIB

Timur Mengaku 'Bersih' Kasus Trisakti & Pelanggaran HAM di Timor Leste

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Calon Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo dituding tak kooperatif dalam pemeriksaan Komnas HAM terkait kasus pelanggaran HAM di Timor Timur (sekarang Timor Leste) dan kasus Trisakti. Namun Timur mengaku dirinya 'bersih' dari kedua kasus tersebut.

"Insya Allah," ujar Timur saat ditanyai apakah dirinya clear terkait kedua kasus tersebut usai menghadiri HUT TNI ke-65 di Lanud Halim Perdanakusumah, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/10/2010).

Timur mengatakan, semua proses sudah dijalaninya terkait dengan kedua kasus tersebut. "Semua sudah melalui proses. Itu kan sudah ada prosesnya dan saya sudah jalani prosesnya," jelasnya.

Timur pun membantah kalau dirinya pernah ke Bosnia bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Oh itu tidak benar," sangkalnya.

Sebelumnya Komnas HAM menyatakan Timur tidak kooperatif dalam pemeriksaan kasus tragedi Semanggi dan Trisakti 1998. Kala kejadian itu, Timur masih menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat.

Dalam dokumen Komnas HAM, Timur dipanggil karena dianggap mengetahui dan bertanggung jawab pada kekerasan yang terjadi di wilayahnya. Komnas HAM juga mengharapkan Komisi III DPR dapat meminta beberapa lembaga lainnya seperti KPK dan PPATK untuk memberikan evaluasi terhadap Timur Pradopo.

Meski begitu, Komnas HAM berharap agar Timur dapat melakukan penegakan HAM di internal Polri dan masyarakat pada umumnya.

Presiden SBY telah memilih Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri. Terpilihnya mantan Kapolda Metro Jaya ini cuma beberapa jam saja setelah dia mendapatkan kenaikan pangkat dan menduduki posisi baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan pada Senin (4/10) kemarin.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/vit)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%