detikcom

Minggu, 03/10/2010 18:06 WIB

1 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Pemalang Belum Diambil Keluarga foto

Dhani Wisnu - detikNews
Pemalang - Satu jenazah perempuan korban tabrakan KA yang melibatkan Argo Anggrek dan Senja Utama tujuan Semarang masih berada di kamar jenazah RSUD Dr M Ashari, Pemalang, Jawa Tengah. Jenazah itu teridentifikasi bernama Sriningsih.

"Kondisinya tidak utuh, Mas," kata salah seorang perawat RSUD Dr M Ashari tanpa merinci lebih detil bagaimana kondisi jenazah kepada detikcom, Minggu (3/10/2010).

Sayangnya, petugas tidak dapat menemukan tanda pengenal lain yang menyebutkan alamat Sriningsih. Karenanya mereka kesulitan untuk menghubungi keluarga korban. Nama Sriningsih diketahui dari tiket kereta yang dikantonginya.

Sebelumnya, Sriningsih berada di kamar jenazah bersama 35 jenazah lainnya. Rupanya semua jenazah sudah dapat diidentifikasi dengan baik sehingga pihak keluarga sudah mengambil jenazah-jenazah itu. Pada hari Minggu ini, keluarga yang paling akhir mengambil jenazah datang pada pukul 14.00 WIB.

Direktur RSUD Dr M Ashari, dr Humantono mengatakan, dari 14 korban luka yang dirawat saat ini hanya tinggal 1 orang yang masih menjalani perawatan. Korban luka tersebut dirawat di Ruang Merak. Dia adalah anggota TNI dari Kodam IV Diponegoro bernama Sawon.

"Luka ringan, lecet, tidak ada luka serius," kata dr Humantono membeberkan kondisi Sawon.

13 Orang lainnya sudah dirujuk ke sejumlah RS swasta di Tegal, Pekalongan dan Semarang. Rujukan itu dibuat karena keinginan keluarga masing-masing korban.

Pada Sabtu 2 Oktober kemarin, KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama tujuan Semarang yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling. 36 Orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut.


Banjir mengepung Ibukota Jakarta. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/fay)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%