detikcom
Kamis, 30/09/2010 21:47 WIB

Ralat

Isu Pengakuan Kedaulatan RI Iringi Kunjungan SBY ke Belanda

Luhur Hertanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
(Foto: Rumgapres)
Jakarta - Presiden SBY akan mencatat sejarah hubungan Indonesia-Belanda dengan melakukan kunjungan kenegaraan ke negeri kincir angin tersebut. Kunjungan kenegaraan ini sangat penting mengingat ada hambatan historis antar kedua negara beda benua ini.

"Hambatan secara psikologis saja. Mau tidak mau ya karena selama ini ada beban, ada realitas sejarah yang selalu jadi sisi cara pandang," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (30/9/2010).

Faizasyah mengatakan pengakuan kedaulatan Belanda atas Indonesia akan menjadi isu penting kunjungan SBY ke Belanda, yaitu secara tertulis.

"Yang patut kita maklumi pengakuan kemerdekaan belum ada. Yang kita lihat penyerahan kedaulatan," terangnya.

Menurut jadwal, pada tanggal 6-8 Oktober mendatang Presiden SBY berada di Belanda dengan agenda utama kunjungan kenegaraan. Ini kali pertama Presiden RI adakan kunjungan kenegaraan resmi ke Belanda semenjak proklamasi kemerdekaan RI pada 65 tahun silam.

"Waktu Pak Harto, Gus Dur dan Bu Mega dahulu itu bukan kunjungan kenegaraan," jelas Faiz.

Sementara kunjungan kenegaraan Presiden SBY nanti, berlangsung atas undangan Ratu Beatrix. Surat undangan resmi dari Kerajaan Belanda itu sudah disampaikan sejak 4 tahun lalu.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(lh/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%