detikcom
Rabu, 29/09/2010 14:37 WIB

Aku Cinta Indonesia (ACI)

Bahasa Daerah Modal untuk Belanja Murah

Nita Rachmawati - detikNews
Medan - Perjalanan wisata Saiful Azhar atau yang disapa Ipul dan Achmad Alkatiri alias Mad di Sumatera Utara, begitu berkesan. Tidak hanya ketika di Brastagi, tetapi juga di Kota Medan.

"Orangnya ramah-ramah, tidak selalu menyapa dalam bahasa batak tetapi juga dalam bahasa Indonesia. Lebih bagus lagi kalau sebelum ke sini kita belajar bahasa setempat. Biar harganya gak mahal pas lagi mau beli oleh-oleh," ujar Ipul ketika dihubungi oleh detikcom, Rabu (29/9/2010) siang.

"Ada pedagang buah, namanya Bu Siti dia baik banget. Pas aku datang ke pasar buah, Bu Siti suruh aku nyicipin semua yang ada di sana. Aku nyicipin terong Belanda. Tapi karena gak enak klo gak beli, ya sudah akhirnya aku beli salak aja deh," timpal Mad diselingi tawa.

Pengalaman mereka tidak hanya itu saja. Hal yang paling tidak bisa dilupakan ialah ketika mencari makan di Kota Medan.

"Susah banget cari makan di sini yang halal. Kebanyakan menjual babi panggang. Selama di sini ketemunya nasi Padang mulu. Kalau gak, ya makan see food, kaya kemarin aku makan nila bakar dan cumi bakar. Untung ada guide yang dari sini, jadi gak salah makan deh kita," tutur Ipul.

"Aku lagi cari-cari kuliner yang khas dari daerah sini, tapi susah banget. Mungkin nanti akan ketemu setelah menyusuri Kota Medan. Aku akan berbagi cerita pengalaman lagi untuk pembaca detik," sambung Mad yang berharap secepatnya dapat menemukan makanan khas daerah tersebut.


Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian,
Garuda Indonesia, dan Optik Seis.



Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(lom/lom)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%