Bentrok Warga di Tarakan
Kota Tarakan Kembali Mencekam
Selasa, 28/09/2010 21:42 WIB
Tarakan
Situasi di pusat Kota Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim), kembali mencekam. Asap terpantau membumbung tinggi dari arah pusat kota sambil terdengar suara letusan senjata api.
Massa berkumpul di pusat Kota Tarakan. Teriakan mereka terdengar di tengah situasi kota yang lengang.
"Posisi saya sekitar 1 kilometer dari pusat kota. Terdengar suara letusan senjata beberapa kali," kata Suprayogi,salah seorang warga Kota Tarakan,yang tinggal di Jl Mulawarman, Karang Anyar Pantai, Selasa (28/09/2010) malam.
Suprayogi memperkirakan, api yang membubung tinggi di kawasa pusat kota itu berada di sekitar Jl Gadjah Mada.
"Tapi saya belum tahu apa yang terbakar.Masih khawatir keluar rumah," ujar Suprayogi.
Menurutnya,hingga saat ini warga masih tetap enggan keluar rumah khawatir terjadi bentrokan lanjutan. Berada di dalam rumah dinilai lebih aman ketimbang berkeliaran di jalan atau hanya sekadar menyaksikan situasi di pusat kota.
"Menyelamatkan diri dan keluarga yang penting," tutup Suprayogi.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas ekonomi dan pendidikan di Tarakan,belum berlangsung normal. Pedagang memilih menutup toko mereka dan sekolah pun diliburkan.
Meski aparat TNI dan Polri berjaga-jaga,warga tetap khawatir terjadinya bentrokan susulan, pascabentrokan Minggu (28/09/2010) lalu,yang menewaskan seorang tokoh masyarakat, Abdullah (50). (nwk/nwk)
Massa berkumpul di pusat Kota Tarakan. Teriakan mereka terdengar di tengah situasi kota yang lengang.
"Posisi saya sekitar 1 kilometer dari pusat kota. Terdengar suara letusan senjata beberapa kali," kata Suprayogi,salah seorang warga Kota Tarakan,yang tinggal di Jl Mulawarman, Karang Anyar Pantai, Selasa (28/09/2010) malam.
Suprayogi memperkirakan, api yang membubung tinggi di kawasa pusat kota itu berada di sekitar Jl Gadjah Mada.
"Tapi saya belum tahu apa yang terbakar.Masih khawatir keluar rumah," ujar Suprayogi.
Menurutnya,hingga saat ini warga masih tetap enggan keluar rumah khawatir terjadi bentrokan lanjutan. Berada di dalam rumah dinilai lebih aman ketimbang berkeliaran di jalan atau hanya sekadar menyaksikan situasi di pusat kota.
"Menyelamatkan diri dan keluarga yang penting," tutup Suprayogi.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas ekonomi dan pendidikan di Tarakan,belum berlangsung normal. Pedagang memilih menutup toko mereka dan sekolah pun diliburkan.
Meski aparat TNI dan Polri berjaga-jaga,warga tetap khawatir terjadinya bentrokan susulan, pascabentrokan Minggu (28/09/2010) lalu,yang menewaskan seorang tokoh masyarakat, Abdullah (50). (nwk/nwk)
Baca Juga
- Bentrok Warga di Tarakan
Warga Dievakuasi Tinggalkan Pusat Kota Tarakan yang Masih Mencekam - Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Bentrok Warga di Tarakan
- Polri: Konflik Tarakan Kesalahpahaman Individu, Bukan Masalah Suku
- Konflik di Tarakan Diharapkan Tak Meluas
- Bentrok Warga di Tarakan
Aktivitas Ekonomi Belum Normal, Sekolah Masih Diliburkan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
