detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 28/09/2010 17:48 WIB

Alat Kosmetik Jadi Favorit Pemalsuan di Indonesia

Suluh Gembyeng Ciptadi - detikNews
Jakarta - Praktek pemalsuan barang kian marak terjadi di Indonesia. Namun ternyata produk-produk kosmetik menjadi jenis yang paling banyak dipalsukan.

Hal ini disampaikan oleh anggota MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) Bambang Sumaryanto dalam sebuah diskusi mengenai pemalsuan kosmetik di Unika Atma Jaya Jakarta, Selasa (28/9/2010).

"Hingga saat ini, melalui survei yang telah dilakukan oleh MIAP bersama lembaga survei independen pada tahun 2004, ditemukan bahwa industri kosmetik menempati posisi teratas dari 12 sektor industri yang rentan pemalsuan. Secara keseluruhan dampak kerugian dari pemalsuan hingga tahun ini meningkat
9 kali lipat," imbuh Bambang.

Bambang menambahkan jika kerugian dari pemalsuan kosmetik tahun ini mencapai angka Rp 4,41 triliun.

Selain itu, Tulus Abadi, anggota pengurus harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) juga menerangkan bahwa pelaku pemalsuan produk-produk kosmetik bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 100 juta per hari.

"Berdasarkan hasil penelusuran YLKI, ternyata kosmetik palsu diproduksi di sebuah pabrik rumahan (home industry) di daerah Jakarta Barat. Namun dipasarkan hingga ke Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera. Dan dalam sehari bisa mengantongi keuntungan sebesar Rp 100 juta," ungkap Tulus.

Menyikapi kenyataan yang ada, tentu diperlukan usaha-usaha bersifat preventif dalam rangka menyadarkan masyarakat luas sebagai konsumen untuk lebih waspada terhadap keberadaan kosmetik palsu yang tentunya akan berdampak negatif jika digunakan secara terus menerus.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gah/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close