detikcom
Selasa, 28/09/2010 10:18 WIB

Latihan Kopassus dan SAS: Teroris Dilumpuhkan dalam Waktu 5 Menit foto

Gede Suardana - detikNews
Denpasar - Aksi penyergapan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Pasukan Khusus Australia (SAS) berlangsung cepat. Pasukan berhasil melumpuhkan teroris dalam waktu lima menit.

Demikian latihan penyerbuan Kopassus dan SAS terhadap aksi teroris di Bandara Ngurah Rai, Selasa (28/9/2010), yang menyedot perhatian pengunjung bandara. Pasukan menyerang teroris yang menyendera warga sipil di terminal keberangkatan internasional.

Penyerbuan diawali dengan pasukan yang menyamar sebagai petugas katering. Saat mencoba makanan, pasukan seketika menyerbu teroris.

Pasukan lainnya langsung datang dengan pesawat Helikopter Bollcow, Bell dan ME17. Pasukan menyerbu dengan memecahkan kaca, menambrak tembopk dan meledakkan beberapa pintu masuk ke target operasi.

Hanya dalam waktu lima menit, pasukan melumpuhkan teroris, beberapa teroris tewas. Usai menyerbu, pasukan kembali ke titik awal operasi dengan helikopter.

Setelah pasukan inti keluar, pasukan lainnya bersama jihandak dan ambulan. Sandera berhasil dibebaskan dan bom yang dibawa teroris berhasil dijinakkan.

Pimpinan Latihan Bersaama Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus mengatakan latihan kedua pasukan telah berlangsung 18 kali di dua negara.

"Latihan kali ini adalah metode dengan sasaran sebenarnya tanpa latihan sebelumnya di daerah operasi. Latihan ini untuk mengaplikasikan teknik dan taktik operasi pembebasan sandera," kata Lodewijk.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gds/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%