detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 04:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 25/09/2010 19:39 WIB

Sempat Dilepaskan Satu Jam, Istri Khairul Ghazali Kembali Ditahan Polisi

Khairul Ikhwan - detikNews
Kartini Panggabean (Khairul Ikhwan/ detikcom)
Jakarta - Polisi kembali menahan Kartini Panggabean (30) setelah sempat dilepaskan selama satu jam, Sabtu (25/9/2010). Kartini dijemput polisi saat membersihkan rumahnya yang berantakan pasca penyergapan yang dilakukan Densus 88 di rumah tersebut.

Keterangan yang diberikan Ahmad Sofian, adik ipar Kartini menyebutkan, Kartini diperbolehkan pulang dari Polres Tanjung Balai sore ini. Dia tiba di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya bersama tetangga membersihkan rumah.

"Sekitar pukul 16.30 tadi, dia dijeput lagi sama polisi. Tidak tahu alasannya," kata Ahmad Sofian kepada wartawan di Medan.

Menurut Sofian, sekitar pukul 16.41 WIB dia mendapat SMS dari Kartini yang isinya, dia diminta kembali ke Polres Tanjung Balai. Penjemputnya satu orang dan naik becak.

"Setelah SMS itu, handphonenya tidak aktif lagi. Kita masih belum tahu di mana Kartini sekarang. Kemungkinan di Polres Tanjung Balai, kita mau cek lagi," tukas Amad Sofian.

Kartini Panggabean dan suaminya Khairul Ghazali (46), ditangkap Densus 88 saat penyergapan di rumahnya yang berada di Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, Sumut pada Minggu (19/9/2010). Dalam penyergapan itu, Densus menembak mati dua pria yang dinyatakan sebagai tersangka kasus terorisme.

Kartini dan beberapa orang lainnya, ditahan di Polres Tanjung Balai. Sementara Khairul Ghazali ditahan Densus 88 dan sudah dibawa ke Jakarta.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%