Sabtu, 25/09/2010 19:39 WIB

Sempat Dilepaskan Satu Jam, Istri Khairul Ghazali Kembali Ditahan Polisi

Khairul Ikhwan - detikNews
Kartini Panggabean (Khairul Ikhwan/ detikcom)
Jakarta - Polisi kembali menahan Kartini Panggabean (30) setelah sempat dilepaskan selama satu jam, Sabtu (25/9/2010). Kartini dijemput polisi saat membersihkan rumahnya yang berantakan pasca penyergapan yang dilakukan Densus 88 di rumah tersebut.

Keterangan yang diberikan Ahmad Sofian, adik ipar Kartini menyebutkan, Kartini diperbolehkan pulang dari Polres Tanjung Balai sore ini. Dia tiba di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya bersama tetangga membersihkan rumah.

"Sekitar pukul 16.30 tadi, dia dijeput lagi sama polisi. Tidak tahu alasannya," kata Ahmad Sofian kepada wartawan di Medan.

Menurut Sofian, sekitar pukul 16.41 WIB dia mendapat SMS dari Kartini yang isinya, dia diminta kembali ke Polres Tanjung Balai. Penjemputnya satu orang dan naik becak.

"Setelah SMS itu, handphonenya tidak aktif lagi. Kita masih belum tahu di mana Kartini sekarang. Kemungkinan di Polres Tanjung Balai, kita mau cek lagi," tukas Amad Sofian.

Kartini Panggabean dan suaminya Khairul Ghazali (46), ditangkap Densus 88 saat penyergapan di rumahnya yang berada di Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, Sumut pada Minggu (19/9/2010). Dalam penyergapan itu, Densus menembak mati dua pria yang dinyatakan sebagai tersangka kasus terorisme.

Kartini dan beberapa orang lainnya, ditahan di Polres Tanjung Balai. Sementara Khairul Ghazali ditahan Densus 88 dan sudah dibawa ke Jakarta.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close