Sabtu, 25/09/2010 07:19 WIB

Denny: Tugas Jaksa Agung Sementara Dipegang Darmono

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Hendarman Supandji sudah resmi tidak lagi menjabat sebagai Jaksa Agung setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menandatangani Keppres pemberhentiannya. Kini tugas sehari-hari jaksa agung akan dipegang oleh wakilnya, Darmono.

"Menugaskan wakilnya (Darmono) untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagai jaksa agung," tegas staf khusus presiden bidang hukum, Denny Indrayana kepada detikcom, Sabtu (25/9/2010) pukul 07.00 WIB.

Darmono akan menjabat sebagai jaksa agung sementara hingga presiden melantik Jaksa Agung yang baru. "Hingga ada jaksa agung yang baru," imbuh Denny.

Denny menerangkan, presiden meneken Keppres itu pada Jumat (24/9) kemarin. Selain dalam rangka rencana pergantian jaksa agung yang baru, Keppres itu diterbitkan untuk menghormati putusan MK dalam perkara gugatan tersangka Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra.

"Iya, sudah resmi (diberhentikan) sejak ditandatangani Keppres itu," tandasnya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%