Keberadaan Gories Mere dalam Penggerebekan Teroris di Medan Dipertanyakan
Kamis, 23/09/2010 00:05 WIB
Jakarta
Dugaan keikutsertaan Komjen Gories Mere dalam penggerebekan teroris di Medan dipertanyakan. Sebab, saat ini jenderal bintang tiga tersebut sudah tidak lagi bersinggungan langsung dengan penanggulangan terorisme di Indonesia.
Dalam penggerebekan teroris di Medan beberapa waktu lalu, polisi jenderal bintang tiga disebut-sebut ada dalam rombongan Densus 88 yang 'menerobos' Pos Golf Bravo Bandara Polonia untuk menuju Area Delta. Jenderal itu disebut-sebut adalah Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere.
Menurut Ketua Badan Pengurus Kontras, Usman Hamid, keterlibatan Gories ini bukan yang pertama kalinya.
"Soal keterlibatan Goris ini bukan pertama kali. sebelumnya pernah terjadi. Goris memang punya kemampuan antiteror yang baik. DI Indonesia maupun jaringan internasional," kata Usman Hamid dalam sebuah diskusi di Bakoel Coffee, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
Jika memang kemampuannya di bidang penanggulangan teroris masih sangat dibutuhkan, menurut Usman, harusnya Gories dikembalikan lagi di antiteror, tidak di BNN seperti saat ini.
"Ini strukturnya harus dipertanggungjawabkan. Densus harus diaudit," desak Usman.
Usman mengatakan polisi bisa saja membela diri mengatakan jika keberadaan Gories di sana cuma kebetulan. Tapi publik tidak lantas langsung percaya.
"Polisi bisa saja membela diri mengatakan ketemu di sana, ketemu di Medan. Jadi seolah-olah, ketemu Gories baru pulang dari Danau Toba."
"Kenapa BNN ikut-ikut? Apa teroris ini juga tersangka narkoba?" sindir pria yang batal menjadi pengurus Partai Demokrat tersebut.
Sebelumnya Mabes Polri mengaku memastikan Gories Mere berada dalam penggerebekan teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di Medan. Namun, jika benar Gories yang tak lagi berdinas di bidang terorisme, ada dalam rombongan Densus 88, Mabes Polri menilai tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Bisa saja Gories memang ada keperluan di Medan.
Pada Kamis 16 September, Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara terkait 'penerobosan' rombongan Densus 88 di Bandara Polonia. TNI Angkatan Udara merasa keberatan karena rombongan itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku.
Petugas yang berjaga di pos sempat digertak oleh salah satu orang di rombongan tersebut. Orang itu mengatakan agar si petugas pos tidak menghalangi misi negara. Selain itu, orang di rombongan itu juga menyebut ada jenderal bintang tiga di rombongan itu.
(anw/anw)
Dalam penggerebekan teroris di Medan beberapa waktu lalu, polisi jenderal bintang tiga disebut-sebut ada dalam rombongan Densus 88 yang 'menerobos' Pos Golf Bravo Bandara Polonia untuk menuju Area Delta. Jenderal itu disebut-sebut adalah Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Gories Mere.
Menurut Ketua Badan Pengurus Kontras, Usman Hamid, keterlibatan Gories ini bukan yang pertama kalinya.
"Soal keterlibatan Goris ini bukan pertama kali. sebelumnya pernah terjadi. Goris memang punya kemampuan antiteror yang baik. DI Indonesia maupun jaringan internasional," kata Usman Hamid dalam sebuah diskusi di Bakoel Coffee, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
Jika memang kemampuannya di bidang penanggulangan teroris masih sangat dibutuhkan, menurut Usman, harusnya Gories dikembalikan lagi di antiteror, tidak di BNN seperti saat ini.
"Ini strukturnya harus dipertanggungjawabkan. Densus harus diaudit," desak Usman.
Usman mengatakan polisi bisa saja membela diri mengatakan jika keberadaan Gories di sana cuma kebetulan. Tapi publik tidak lantas langsung percaya.
"Polisi bisa saja membela diri mengatakan ketemu di sana, ketemu di Medan. Jadi seolah-olah, ketemu Gories baru pulang dari Danau Toba."
"Kenapa BNN ikut-ikut? Apa teroris ini juga tersangka narkoba?" sindir pria yang batal menjadi pengurus Partai Demokrat tersebut.
Sebelumnya Mabes Polri mengaku memastikan Gories Mere berada dalam penggerebekan teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di Medan. Namun, jika benar Gories yang tak lagi berdinas di bidang terorisme, ada dalam rombongan Densus 88, Mabes Polri menilai tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Bisa saja Gories memang ada keperluan di Medan.
Pada Kamis 16 September, Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara terkait 'penerobosan' rombongan Densus 88 di Bandara Polonia. TNI Angkatan Udara merasa keberatan karena rombongan itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku.
Petugas yang berjaga di pos sempat digertak oleh salah satu orang di rombongan tersebut. Orang itu mengatakan agar si petugas pos tidak menghalangi misi negara. Selain itu, orang di rombongan itu juga menyebut ada jenderal bintang tiga di rombongan itu.
(anw/anw)
Baca Juga
- Cegah Insiden Polonia Terulang, Eks KSAU Minta Densus Ikuti Aturan
- Penyerangan Polsek Hamparan Perak
Kontras: Mereka Memberi Pesan 3 Tewas Dibalas 3 - Polsek Hamparan Perak Masih Ramai Dikunjungi Warga
- RS Polri Benarkan 3 Tersangka Teroris Medan Dirujuk ke Rumah Sakit
- Polsek Hamparan Perak Diserbu
Pemakaman Aiptu Deto Sutejo Berlangsung Khidmat
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 12:11 WIB
PD Investigasi Dalang Penyerangan Terhadap Anas & Ibas di Ternate
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 11:55 WIB
Polisi Sita Sepucuk Pistol dari Pembunuh Wartawan Senior TVRI
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:43 WIB
Ada Kebakaran, KRL Tertahan di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
295 Komentar
-
286 Komentar
-
251 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
