Detik.com News
Detik.com

Rabu, 22/09/2010 16:41 WIB

Polsek Hamparan Perak Diserbu

Tembakan di Polsek Hamparan Perak Sempat Dikira Mercon

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tembakan di Polsek Hamparan Perak Sempat Dikira Mercon
Medan - Dar! Der! Dor! Suara tersebut memecah keheningan malam di Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beberapa warga semula mengira, bunyi tersebut adalah ledakan mercon.

"Awalnya kita mengira itu bunyi mercon. Pas didengar lagi ternyata itu lain," ujar warga Hamparan Perak yang masih duduk di bangku SMA, Andi Maulana, Rabu (22/9/2010).

Saat itu sekitar pukul 00.00 WIB. Andi dan 3 temannya sedang duduk-duduk di dekat SPBU, sekitar 10 meter dari Mapolsek Hamparan Perak. Mereka tidak menyangka kalau bunyi yang baru saja mereka dengar itu adalah suara tembakan.

Berapa kali letusannya? "Nggak tahu berapa kali. Sepertinya lebih dari 10 kali, lamanya sekitar 5 menit lah," kata pemuda itu.

Sekitar 10 menit kemudian, melintaslah serombongan orang bersepeda motor. Ada 6 sepeda motor yang masing-masing dinaiki oleh dua orang.

"Ada yang pakai RX King," lanjut Andi.

Ketika itu, dia melihat orang yang dibonceng membawa senjata laras pajang. "Setelah itu kami disuruh warga balik ke rumah. Kita pulang, nggak lama habis itu balik lagi," tutur dia.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vit/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%