detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 15:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 22/09/2010 04:20 WIB

Polisi Belum Simpulkan Penyerangan Polsek Terkait Penangkapan Teroris

Khairul Ikhwan - detikNews
Foto: Khairul Ikhwan (detikcom)
Medan - Polisi terus memburu para pelaku penyerang Markas Polsek Hamparan Perak, di Jl Perintis Kemerdekaan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Hingga saat ini, polisi belum bisa menyimpulkan apakah peristiwa ini terkait dengan penangkapan teroris yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Belum berani ke arah situ (terkait terorisme), belum ketemu pelakunya," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (22/9/2010).

Oegroseno menegaskan, peristiwa penyerangan ini diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang terbiasa menggunakan senjata.

"Yang pasti tindakan penyerangan ini dilakukan dengan perencanaan," imbuhnya.

Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, adalah salah satu wilayah penggerebekan tersangka teroris oleh Densus 88 di Sumut. Dari wilayah itu, Densus berhasil menangkap tiga dari 19 tersangka teroris, yakni Marwan alias Wakno alias Wakgeng (39), Kasman Hadiyono alias Yono (43) dan Surya Saputra.

Marwan dan Surya tertembak masing-masing di bagian paha dan kaki. Keduanya kini dirawat RS Bhayangkara Medan.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mpr/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%