detikcom
Selasa, 21/09/2010 18:55 WIB

Hukuman Bagi Napi Teroris Dinilai Perlu Diperberat

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai menilai hukuman bagi narapidana kasus terorisme mesti diperberat. Alasannya, banyak para napi itu yang tidak kapok dan kembali ke kelompoknya, padahal telah menjalani hukuman.

"Dari 74 tersangka teroris Aceh yang lalu, 16 orang di antaranya keluaran penjara. Selama ini hukuman bagi mereka terlalu ringan," jelas Ansyaad saat dihubungi detikcom, Selasa (21/9/2010).

Dia menilai, ada sesuatu dalam hukum di Indonesia, yang menyebabkan pelaku teror tidak kunjung jera, walaupun telah menjalani hukuman. "Perlu diperberat ancaman hukumannya," imbuhnya.

Ansyaad menyebutkan, salah satu pelaku utama teror yakni Abu Tholut atau Mustafa. Dia pernah di penjara selama 8 tahun, meski mendapat remisi 4 tahun. Abu Tholut setelah menjalani hukuman namun kembali bergabung bersama pelaku teror.

Sebelumnya dalam penyergapan di Medan, Minggu (19/9) Polri menangkap 18 pelaku teror. Dan 15 lainnya masih buron. Dalam penyergapan itu 3 orang pelaku teror tewas ditembak.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%